Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 31 Mei 2016 12:27

Penyiagaan Militer Jepang Pasca Uji Coba Rudal Korut

Penyiagaan Militer Jepang Pasca Uji Coba Rudal Korut

Miilter Jepang mereaksi uji coba rudal Korea Utara dengan menyiagakan pasukan militernya.

Korea Utara pada 31 Mei, menguji tembak rudal balistik dan menurut keterangan sumber di Kementerian Pertahanan Korsel, rudal tersebut ditembakkan di dekat kota pelabuhan Wonsan di provinsi Kangwon, Korea Utara.

 

Menurut para pengamat Kementerian Pertahanan Korea Selatan, rudal yang diujicoba dari jenis Musudan. Rudal tersebut memiliki jangkauan antara 2.500 hingga 4.000 kilometer dan cukup untuk menjangkau pangkalan militer Amerika Serikat di Guam.

 

Menyusul aksi Korea utara yang dikabarkan gagal itu, Jepang melihat hal ini sebagai kesempatan baik untuk menunjukkan kekuatan militernya. Tokyo menyiagakan kapal-kapal frigat dan sistem anti rudal balistiknya, untuk menembak jatuh rudal atau roket apapun yang bergerak menuju Jepang.

 

Tidak diragukan Korea Utara tetap akan melanjutkan politik senjata nuklir dan rudalnya, karena Pyongyang berpendapat bahwa musuh-musuhnya tidak jujur dalam menyelesaikan masalah nuklir dan mereka selalu berusaha menggulingkan sebuah kedaulatan dan pemerintah independen.

 

Kinerja Pyongyang ini akan lebih merapatkan dan mengokohkan barisan serta hubungan para sekutu Amerika Serikat di Semenanjung Korea dan bahkan di Asia Timur.

 

Di sisi lain, Cina dan Rusia yang merupakan sekutu Korea Utara, praktis akan berhadapan dengan Amerika Serikat dan sekutunya dengan berbagai alasan politik dan keamanan kawasan.

 

Poin yang lebih penting adalah penyiagaan penuh militer Jepang dengan volume besar yang pada praktiknya berpotensi menimbulkan tantangan serius bagi Cina sebagai sekutu utama Korea Utara.

 

Menurut Cina dan Rusia, politik suportif AS terhadap Jepang akan kian memperumit atmosfer keamanan di Semenanjung Korea dan kondisi tersebut akan sangat menguntungkan Amerika Serikat.

 

Biasanya, dalam kondisi seperti ini, Jepang jika ingin menggunakan senjata atau perlengkapan perangnya meski untuk uji coba saja, maka ini mengindikasikan potensi terciptanya perang baru di kawasan.

 

Aksi terbaru Korea Utara dimanfaatkan secara maksimal oleh Jepang untuk mengamini ketidakpercayaan opini publik terhadap pemimpin Korea Utara dengan mengeluarkan perlengkapan tempur dari gudang-gudangnya. Artinya, sekarang Jepang telah mendapat lampu hijau otomatis dengan langkah terbaru Korut.

 

Dapat dikatakan bahwa separuh masyarakat Jepang menuntut pemerintah Toko untuk mengkalkulasi kembali pengerahan pasukan militer dana penggunaan perlengkapan perang dalam misi luar negeri, akan tetapi kecil kemungkinannya PM Jepang Shinzo Abe akan menuruti tuntutan tersebut. (MZ)

Add comment


Security code
Refresh