Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 30 Mei 2016 12:36

Persekutuan Busuk Inggris-Saudi Melawan Iran

Persekutuan Busuk Inggris-Saudi Melawan Iran

Menteri Luar Negeri Inggris dalam jumpa pers bersama dengan Menlu Arab Saudi di Jeddah mengatakan, kesepakatan nuklir Iran tidak berarti bahwa Inggris menutup atas apa yang terjadi di Iran dan semua langkah yang dilakukan negara ini.

 

Philip Hammond, Menlu Inggris yang juga bertemu dengan Putra Mahkota Saudi dan Wakilnya, serta melakukan dialog bilateral dengan sejumlah negara anggota Dewan Kerjasama Teluk Persia mengklaim, kunjungannya ke Saudi dalam kerangka mewujudkan perdamaian dan keamanan bersama serta menegaskan kemajuan bangsa-bangsa kawasan.

 

Hammond menekankan komitmen serta dukungan Inggris atas sekutu-sekutunya di kawasan. Dukungan tersebut, katanya, tidak hanya meliputi dukungan klasik dalam batasan pertahanan saja, tapi mencakup dukungan keamanan dan ekonomi juga.

 

Sebagaimana diketahui, peran Inggris dalam memberi dukungan senjata dan politik serta kebisuannya dalam menghadapi pelanggaran Hak Asasi Manusia yang dilakukan Saudi bukan rahasia lagi, dan tidak jelas apa maksud London dengan ikut menyertai Saudi dalam mewujudkan keamanan, stabilitas dan pembangunan. Pasalnya kebijakan Inggris 180 derajat bertolak belakang dengan hal itu.

 

Dukungan Inggris atas rezim Zionis Israel dan proyek "pecah belah lalu kuasai" London di Timur Tengah, hingga saat ini dampaknya masih terasa di kawasan itu.

 

Konspirasi Inggris dan Amerika Serikat dalam bentuknya yang baru, dalam kerangka menggambar peta baru Timur Tengah, sampai sekarang masih menjadi agenda kekuatan-kekuatan interventif dunia.

 

Krisis dan instabilitas yang dipaksakan atas kawasan oleh kelompok-kelompok teroris dukungan Amerika, Inggris, Saudi dan beberapa negara kawasan lain, adalah bukti atas realitas bahwa kubu imperialis dulu dan sekarang, sama-sama menjaga kepentingan kolonialisme masa lalunya di kawasan dan menjalankan kebijakan-kebijakan usang mereka untuk memecah belah kawasan.

 

Apa yang terjadi hari ini di Timur Tengah atau Asia Barat adalah buah dari kebijakan-kebijakan interventif dan ekspansionis Barat di kawasan dan selama negara-negara seperti Saudi menggelontorkan dolar-dolar minyaknya untuk membeli senjata dan menyebarkan pemikiran Wahabi serta berusaha mendapat kompensasi politik dari Barat, jelas bahwa London akan tetap setia menemani Riyadh.

 

Penegasan Hammond atas dukungan total terhadap Riyadh tepat seperti realitas yang terjadi, akan tetapi bahwa dukungan ini menguntungkan stabilitas, keamanan, pembangunan dan kemajuan kawasan, itu sepenuhnya dusta, pasalnya kondisi saat ini bertentangan dengan klaim tersebut.

 

Amerika, Inggris dan Perancis adalah negara-negara terdepan yang menjamin kepentingan-kepentingannya di kawasan dengan bersandar pada peran yang dimainkan Saudi.

 

Dalam proses ini, propaganda Iranphobia dan pembentukan koalisi-koalisi fiktif untuk memerangi kelompok teroris Daesh dan pengecaman palsu atas pelanggaran HAM, semata-mata alat untuk menipu opini publik dunia.

 

Inggris diam menyaksikan penumpasan yang dilakuan rezim-rezim berkuasa Arab di kawasan, di Bahrain dan Saudi, London justru menyuplai Saudi dan rezim Zionis Israel dengan bom-bom klaster dan fosfor untuk membantai anak-anak dan perempuan di Yaman dan Gaza. Inggris malah menyebut interaksi semacam itu sebagai hubungan konstruktif.

 

Dengan menutup mata atas seluruh realitas ini, Hammond sebenarnya sedang berusaha menunjukkan bahwa peran Inggris dalam perdamaian dan keamanan Timur Tengah, positif dan efektif.

 

Menlu Inggris dalam beberapa hari terakhir, dengan cara yang sama, berupaya menutupi sabotase, langkah-langkah tidak rasional dan ketidaklayakan pejabat Saudi dalam mengelola ibadah haji, dengan menampilkan masalah-masalah tersebut tidak sesuai kenyataan.

 

Di sisi lain, Saudi serius untuk menolak kedatangan jamaah haji Iran dan dengan skenario mengulur waktu, menghindar untuk menandatangani nota kesepahaman. Akan tetapi apa yang bisa menghukumi statemen dan tindakan-tindakan ini adalah realiltas yang sama-sama diketahui dengan baik oleh Inggris dan Saudi. Realitas-realitas ini tidak bisa disembunyikan di balik statemen-statemen dan bahasa politik menipu. (HS)

Add comment


Security code
Refresh