Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Sabtu, 28 Mei 2016 17:23

Prioritas Parlemen Iran Periode Ke-10

Prioritas Parlemen Iran Periode Ke-10

Parlemen Republik Islam Iran periode ke-10 memulai masa kerjanya pada Sabtu, 28 Mei 2016 yang dibuka dengan pembacaan pesan Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei.

 

Dalam pesannya, Ayatullah Khamenei menyinggung "badai" yang melanda kawasan dan dunia serta petualangan kekuatan-kekuatan dominasi internasional. Rahbar mengatakan, kondisi ini telah menyebabkan Iran menghadapi situasi yang lebih rumit dari sebelumnya dan untuk mengahapinya diperlukan kecerdasan, tekad yang kuat dan inisiatif oleh semua pejabat.

 

Rahbar menilai realisasi Ekonomi Muqawama (Ekonomi Perlawanan) dan usaha keras untuk memperluas budaya Islam sebagai dua prioritas yang mendesak saat ini. Selain itu, disebutkan pula prioritas-prioritas penting lainnya di berbagai bidang terkait dengan kedaulatan nasional, penguatan keamanan dan keselamatan negara, di mana semua ini akan menjamin pembentukan keadilan sosial, kemandirian dan kemajuan negara.

 

Tak diragukan lagi, parlemen Iran periode ke-10 memikul tanggung jawab-tanggung jawab penting dan berat. Sebab, tujuan gerakan-gerakan musuh adalah untuk melemahkan Iran dalam mencapai kemajukan ekonomi dan menciptakan ketidakamanan regional.

 

Iran telah menunjukkan bahwa negara ini memiliki kekuatan perlawanan yang memadai untuk menghadapi konspirasi dan tekanan. Perlawanan ini juga tampak di sektor Ekonomi Muqawama.

 

Kondisi baru yang tercipta pasca kesepakatanan nuklir yang terangkum dalam JCPOA (Rencana Aksi Bersama Konprehensif) menjadikan pentingnya peran parlemen Iran untuk mencapai pembangunan berkelanjutan berdasarkan ekonomi yang kuat di internal dan arena internasional, berlipat ganda. Sebab, untuk mencapai pembangunan berkelanjutan diperlukan interaksi politik dan ekonomi dengan masyarakat internasional, di mana tugas dan peran parlemen sebagai pengambil keputusan politik, sangat penting dalam hal ini.

 

Mengingat parlemen memiliki kapasitas dan kewenangan untuk menetapkan undang-undang dan mengawasi pelaksanaannnya, maka lembaga legislatif ini berperan penting di dua hal tersebut. Di bidang politik, parlemen Iran sebagai parlemen yang berpengaruh, juga dapat memperkuat dan memperluas hubungan bilateral dengan berbagai negara serta memperat budaya dan nilai-nilai Islam.

 

Pada dasarnya, parlemen Iran adalah simbol keinginan rakyat negara ini. Anggota-anggota parlemen yang dipilih untuk menetapkan undang-undang yang sesuai dengan konstitusi merupakan pendukung tujuan dan cita-cita Republik Islam. Mereka harus berusaha agar berbagai ancaman teratasi dan menjauh dari Iran.

Di sisi lain, peran parlemen di sektor kebijakan luar negeri akan membantu penguatan stabilias dan menciptakan dasar yang diperlukan untuk memperkuat hubungan dengan negara-negara lain dalam kerangka yang jelas. Di dalam semua bidang ini, parlemen Iran selalu menjadi pelopor untuk memanfaatkan peluang-peluang guna memperluas kerjasama parlemen demi membantu stabilitas regional.

 

Menurut pandangan Iran, interaksi berbagai bangsa untuk memperkuat hubungan adalah penting. Negara ini menegaskan bahwa peran parlemen harus digunakan sebaik mungkin untuk mewujudkan tujuan tersebut.

 

Dimulainya masa tugas parlemen Iran periode ke-10 memunculkan harapan baru bagi rakyat negara ini. Menurut pandangan mereka, tanggung jawab dan target penting adalah langkah-langkah parlemen yang mendorong peningkatan "koalisi" rakyat Iran. Dengan menegaskan prioritas yang disebutkan dalam pesan Rahbar, maka parlemen Iran periode ke-10 harus berusaha untuk memperhatikan prioritas yang telah disebutkan melalui jalur pengembangan politik dan ekonomi. (RA)

 

Add comment


Security code
Refresh