Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Jumat, 27 Mei 2016 16:15

Majles-e Khubregan dalam Perspektif Rahbar

Majles-e Khubregan dalam Perspektif Rahbar

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei Kamis (26/5) saat bertemu dengan ketua dan anggota terpilih Majles-e Khubregan (Dewan Pakar) ke-5, terlepas dari tugas dewan ini di undang-undang dasar, menilainya sebagai fenomena besar dan berpengaruh.

 

Rahbar menambahkan, dewan ini memiliki kapasitas besar untuk pertukaran pendapat, koordinasi dan aktifitas berpengaruh. Rahbar seraya menjelaskan identitas dan jalur revolusi Majles-e Khubregan menekankan, solusi untuk tetap eksis dan kemajuan pemerintah serta perealisasian cita-cita revolusi adalah kekuatan sejati negara dan jihad akbar, yakni tidak mengekor pada musuh.

 

Pemerintah Republik Islam Iran terdiri dari sejumlah pilah penting yang terlepas dari tanggung jawab utama mereka sebagai badan independen, sangat sensitif terhadap nasib semua pilar negara serta merasa bertanggung jawab atasnya. Majles-e Khubregan juga memiliki karakteristik ini. Dewan ini selain bertugas menentukan Rahbar dalam kondisi yang diperlukan, dari sisi interaksi ulama serta anggota dewan ini dengan seluruh lapisan masyarakat dan opini umum Iran, juga sangat sensitif terhadap pemerintah dan menindaklanjuti isu-isu makro negara.

 

Tak diragukan lagi konsekuensi cita-cita revolusi, membuat jalan pemerintah Republik Islam semakin sulit dan penuh bahaya. Melewati kesulian ini dibutuhkan solidaritas dan partisipasi seluruh cendikiawan dan pemikir bagi kekuatan dan kemulian pemerintah di seluruh sektor. Oleh karena itu, Ayatullah Khamenei menjelaskan bahwa Islam mampu menghadapi kubu arogan dunia dan memerangi kubu hegemoni dalam bentuk sebuah pemerintahan yang memiliki basis dan kekuatan militer, ekonomi, politik, budaya serta media.

 

Tujuan makro Revolusi Islam adalah keadilan sosial, mencerabut akar kemiskinan dan kebodohan, resistensi melawan banjir kerusakan moral, sosial, dan politik yang mengalir dari Barat serta menghadapi kubu hegemoni global. Untuk merealisasikan hal ini setiap lembaga dan pilar pemerintah harus kokoh. Menurut ungkapan Rahbar, Majles-e Khubregan selain harus memiliki tugas utama yang tercantum dalam undang-undang dasar, juga senantiasa harus memperhatikan serius tansformasi dan kemajuan untuk merealisasikan cita-cita Islam dan Revolusi.

 

Tak diragukan lagi kesamaan visi Majles-e Khubregan di setiap fase sensitif seperti perundingan nuklir dan isu Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) serta menindaklanjuti isu-isu ekonomi dan memperhatikan ancaman sosial serta tuntutan utama rakyat termasuk isu-isu yang sebelumnya diperhatikan dalam sidang periodek dewan ini.

 

Kini sensitifat tugas berat ini seperti yang dijelarkan Rahbar kian memiliki urgensitas lebih, karena kubu imperialis semakin bertekad memperluas hegemoninya terhadap bangsa lain di banding sebelumnya. Oleh karena itu, di periode baru, anggota terpilih Majles-e Khubregan semakin sensitif menyelesaikan berbagai isu dan dalam memberi pandangan kian kuat di banding sebelumnya.

 

Penekanan Rahbar bahwa tidak ada pilar pemerintah Republik Islam yang boleh stagnan sejatinya isyarat atas tanggung jawab penting ini di mana Majles-e Khubregan termasuk salah satu pilar penting Republik Islam Iran. (MF)

 

 

Add comment


Security code
Refresh