Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 23 Mei 2016 14:03

Kesepakatan Strategis Iran, India dan Afghanistan

Kesepakatan Strategis Iran, India dan Afghanistan

Pasca Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA), negara-negara besar Asia mengungkapkan minatnya untuk menggalang kerjasama dengan Republik Islam Iran. Kunjungan delegasi tinggi Cina, Jepang, Korea Selatan dan kini lawatan perdana menteri India ke Tehran mengindikasikan minat timbal balik kedua negara memperluas hubungan di berbagai sektor.

 

Perdana Menteri India, Narendra Modi yang tiba di Tehran Ahad (22/5) sore setelah acara penyambutan resmi oleh Presiden Republik Islam Iran, Hassan Rouhani kemudian memulai perundingannya.

 

India di antara negara-negara Asia menempati posisi unggul dengan kemampuan ekonomi yang besar dan tercatat sebagai kekuatan ekonomi baru dunia. Sejumlah komponen seperti konvergensi politik dan ekonomi dengan Iran, luas geografi India sebagai salah satu pasar dagang besar bagi produk Iran serta hubungan Tehran-New Delhi di bidang energi mendorong negara ini menjadi mitra dagang kedua Republik Islam.

 

Oleh karena itu, lawatan Modi ke Tehran merupakan peluang untuk investasi di berbagai proyek Iran. Namun untuk saat ini hubungan Iran-India di level multilateral dan strategis lebih terfokus pada hubungan multilateral. Lawatan ini bersamaan dengan kunjungan Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani ke Tehran untuk menggelar perundingan segitiga. Tepatnya hal ini mengindikasikan pentingnya lawatan tersebut dalam koridor tujuan strategis.

 

Selama lawatan presiden Afghanistan dan perdana menteri India ke Tehran ditandatangani dokumen strategis yang memungkinkan India mengakses Asia Tengah melalui pelabuhan Chabahar.

 

Dengan ditandatanganinya kontrak segitiga transit antara Iran, Afghanistan dan India di pertemuan Tehran, Afghanistan, sebuah negara yang hanya memiliki wilayah daratan dapat mengakses pelabuhan Iran.

 

Babak baru hubungan Iran, India dan Afghanistan membuat Chabahar sebagai pusat transit, energi dan perdagangan regional. India sendiri sebagai salah satu mitra dagang Afghanistan, dengan memanfaatkan peluang ini akan memiliki akses lebih besar ke Asia Tengah.

 

Narendra Modi seraya mengisyaratkan urgensitas pelabuhan Chabahar dalam meningkatkan perdagangan negara-negara kawasan mengatakan, peluang investasi di pelabuhan Chabahar akan menguntungkan Iran, India dan seluruh kawasan. Rencananya sebuah perusahaan India akan mengucurkan investasi tunai sebesar 85 juta dolar dan dalam bentuk kredit sebesar 150 juta dolar untuk pembangunan pelabuhan ini.

 

Kemitraan di proyek rel kereta api Chabahar-Zahedan mampu membantu Kabul dan New Delhi membentuk kawasan transit dari Afghanistan ke India dan sebaliknya. Kemitraan ini termasuk program yang mendapat perhatian ketiga negara. Di samping program ini, Iran dan India juga menggelar perundingan membangun petrokimia di wilayah perdagangan bebas Chabahar.

 

Perealisasian program-program ini mengindikasikan bahwa Iran dan India mampu memulai proyek bersama dengan melibatkan negara kawasan lainnya. Pertemuan segitiga Iran, Afghanistan dan India dalam hal ini dapat menjadi sebuah teladan kerjasama dan konvergensi yang lebih beragam di antara negara-negara kawasan serta mendorong pembangunan dan kemajuan. Selain itu, teladan ini juga dapat memperkokoh stabilitas dan keamanan regional. (MF)

 

 

Add comment


Security code
Refresh