Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Rabu, 16 Maret 2016 10:37

Kebijakan Timur Iran dalam Perspektif Rahbar

Kebijakan Timur Iran dalam Perspektif Rahbar

Rahbar atau Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah al-Udzma Sayid Ali Khamenei menekankan, kebijakan pasti Iran bekerjasama dengan negara-negara Asia termasuk Vietnam.

 

Presiden Vietnam, Truong Tan Sang yang tengah berada di Tehran Selasa (15/3) sore bertemu dengan Rahbar. Rahbar di pertemuan tersebut mengisyaratkan berbagai peluang ekonomi, teknologi, perdagangan dan budaya dalam perluasan hubungan Tehran-Hanoi. Pemimpin besar Iran menambahkan, dirinya menyadari kerjasama Vietnam di masyarakat internasional dan selama fasilitas serta peluang memungkinkan, maka kerjasama kedua negara harus ditingkatkan.

 

Rahbar mengingatkan, keberanian dan resistensi bangsa Vietnam serta tokoh utamanya seperti Ho Chi Minh dan Jenderal. Vo Nguyen Giap melawan agresor asing membuat bangsa ini terhormat di mata rakyat Iran. Penghormatan dan empati ini menurut Rahbar menjadi peluang tepat untuk memperluas kerjasama.

 

Sementara itu, presiden Vietnam di pertemuan dengan Rahbar seraya menekankan perluasan kerjasama bilateral di seluruh sektor juga optimis bahwa Iran dalam kodidor kebijakan Timurnya sema seperti sebelumnya memandang Vietnam sebagai mitra penting.

 

Truong Tan Sang hari Ahad tiba di Tehran untuk lawatan tiga hari. Selain bertemu dengan pejabat tinggi Iran, Tan Sang juga akan menghadiri konferensi terkait peluang dan tantangan perdagangan serta investasi kedua negara.

 

Vietnam dan Iran menjalin hubungan diplomatik di tahun 1973 dan sejak saat itu hingga kini berbagai lobi politik dan ekonomi di antara pejabat kedua negara aktif digelar. Iran dan Vietnam mengingat karakteristik kolekti yang dimiliknya termasuk pengalaman perang melawan penjajah dan agresor asing memiliki peluang bagus untuk memperluas kerjasama di antara mereka. Peluang ini terbuka ketika Rencana Aksi Bersama Komprehensif (JCPOA) resmi diberlakukan dan sanksi anti Iran dicabut. Dengan demikian kedua negara memiliki ufuk baru di hubungan bilateral yang telah terjalin sejak lama.

 

Iran dan Vietnam terletak di dua kawasan strategis dunia, yakni Asia Barat (Timur Tengah) dan Asia Tenggara. Perluasan kerjasama kedua negara menjadi jaminan bagi kepentingan mereka dan bangsa lain di dua kawasan strategis tersebut. Iran dan Vietnam dapat menjadi jembatan bagi dua pasar besar ASEAN dan Timur Tengah. Benua kuno Asia memiliki wilayah dan pasar regional dengan potensi besar ekonomi dan perluasan kerjasama Asia akan menjadi jaminan bagi kepentingan bangsa di benua ini.

 

Kerjasama regional di benua Asia menjadi teladan sukses ekonomi dan konvergensi. Hal ini dapat disaksikan di ASEAN, Organisasi Kerja Sama Ekonomi (ECO) dan Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). Blok ekonomi regional semakin memiliki kerjasama dan konvergensi , selain mereka menjadi pemain berpengaruh, mereka juga dapat memberikan kemajuan bagi wilayah mereka.

 

Iran dan Vietnam sebagai negara berpengaruh di Asia Barat dan Asia Tenggara mengambil langkah perluasan kerjasama dan hubungan ini mengingat pandangan khusus makro Iran ke Asia, maka dipastikan memiliki prospek jelas.

 

Kesepakatan Presiden Iran, Hassan Rouhani dan sejawatnya dari Vietnam, Truong Tan Sang untuk meningkatkan volume perdagangan di antara kedua negara dari 350 juta dolar menjadi dua miliar dolar selama satu tahun, mengindikasikan urgensitas Timur , khususnya Vietnam dalam pandangan Iran. (MF)

 

 

Add comment


Security code
Refresh