Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 29 Mei 2016 13:00

Ketahui Menu Diet Tepat untuk Penderita Gagal Ginjal

Ketahui Menu Diet Tepat untuk Penderita Gagal Ginjal

Ginjal merupakan organ penting yang sangat bermanfaat untuk tubuh. Selain membersihkan darah, ginjal juga berfungsi menjaga jumlah yang tepat dari mineral di dalamnya.

 

 

Lalu, bagaimana jika seseorang mengalami sakit ginjal? Ada banyak hal yang harus diperhatikan bagi mereka para penderita penyakit ini. Sebab, ada beberapa makanan ternyata dapat memperparah penyakit ginjal yang dialami.

 

Tahukah Anda penderita gagal ginjal tidak disarankan untuk mengkonsumsi terlalu banyak buah dan sayur. Ini, lantaran buah dan sayur berpotensi memperburuk kesehatan untuk penderita ginjal.

 

Kandungan buah dan sayur mempunyai kadar kalium (potassium) yang tinggi. Hal tersebut diketahui dapat mengganggu irama jantung.

 

"Penderita penyakit gagal ginjal harus memperhatikan menu diet mereka agar tidak memperburuk fungsi ginjal. Mereka dapat mengkonsumsi makanan dengan sumber karbohidrat, sumber protein yang disesuaikan dan diet lunak atau biasa," ujar dr. Pringgodigdo Nugroho, SpPD- KGH selaku penanggung jawab Klinik HD Siloam Asri kepada VIVA.co.id, belum lama ini.

 

Ia juga menambahkan bahwa untuk penderita gagal ginjal kronis, harus menjalani diet ketat dengan beberapa tujuan, seperti mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh dan menjaga agar pasien dapat beraktivitas secara normal.

 

Kebutuhan air penderita gagal ginjal sebaiknya juga sesuai dengan jumlah urine selama satu hari sekitar 500 mililiter yang didapatkan dari minuman dan makanan.

 

Konsumsi hidangan lunak seperti jelly atau puding disarankan karena selain mengandung sumber energi, makanan ini juga mengandung serat yang larut.

 

Tekanan Darah Tinggi Sebabkan Gagal Ginjal?

Ginjal merupakan organ yang berfungsi menyaring zat-zat sisa dalam darah untuk kemudian dikeluarkan dari dalam tubuh. Bila fungsi ginjal terganggu maka proses penyaringan darah akan terganggu pula. Hal ini akan mengakibatkan zat-zat sisa yang bersifat racun bagi tubuh beredar dalam darah dan menuju organ-organ dalam sistem peredaran darah terutama jantung, akibatnya kerja jantung akan terganggu.

 

Menurut dr. Setiyo dari Meetdoctor, fungsi utama dari ginjal adalah untuk menyaring darah dan mengeluarkan cairan berlebih dari dalam darah. Ginjal menjaga kadar garam dan mineral lain secara tepat di dalam darah.Jumlah kelebihan akan disaring dari darah dalam bentuk cairan limbah yang disebut urine.

 

Nah, ada beberapa persepsi yang berkaitan dengan kesehatan ginjal yang salah beredar di masyarakat. Salah satunya adalah penyakit darah tinggi yang otomatis langsung dikaitkan dengan persoalan ginjal.

 

Dr. Setiyo mengatakan, pengidap tekanan darah tinggi belum tentu ada memiliki masalah pada ginjalnya. Banyak faktor yang menyebabkan tekanan darah menjadi tinggi.

 

“Namun jika tekanan darah tinggi dibiarkan saja tetap tinggi, lama kelamaan akan merusak fungsi ginjal. Dan jika fungsi ginjal yang terus menurun dibiarkan saja, atau tidak terdeteksi sejak dini, maka akan menjadi gagal ginjal,” ujar dr. Setiyo.

 

Ia pun menambahkan bahwa tekanan darah yang tinggi akan memperberat kerja ginjal, sehingga lama kelamaan akan lelah dan fungsinya menurun.

 

Ada pula yang beranggapan bahwa rasa nyeri di daerah pinggul merupakan salah satu gejala penyakit ginjal. Padahal rasa nyeri di area tersebut seringkali disebabkan oleh otot atau tulang.

 

Jika Anda menderita sakit pinggang, baik itu di sebelah kanan atau kiri, Anda harus segera memeriksakannya ke dokter.

 

“Jika sakitnya saat bergerak kemungkinan otot, karena otot berkontraksi saat kita bergerak. Jika tanpa bergerak agak sakit atau pegal linu, mungkin kurang minum air putih,” ujar dia.

 

Nah, jika sakit pinggang yang dirasa begitu menyiksa, sampai muntah, kemungkinan ada batu ginjal dan masih banyak kemungkinan-kemungkinan lainnya.

 

Cara Mencegah Gagal Ginjal Sejak Dini

Data 6th Annual Report of Indonesia Renal Registry 2013 menunjukkan bahwa 54 persen pasien hemodialisis atau cuci darah bagi penderita gagal ginjal adalah mereka dengan usia produktif di bawah 55 tahun. Angka tersebut meningkat pada tahun berikutnya menjadi 56 persen, sehingga pencegahan perlu dilakukan sejak dini.

 

Meningkatnya jumlah penderita ginjal terjadi karena masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan akan pentingnya gaya hidup sehat, serta tidak melakukan deteksi dini.

 

Karena itu, World Kidney Day atau Peringatan Hari Ginjal Sedunia yang pada tahun ini menginjak usia ke-11, mencanangkan tema yang telah diterjemahkan Perhimpunan Nefrologi Indonesia menjadi Kesehatan Ginjal & Anak: Hidup Sehat Sejak Sekarang.

 

Adapun beberapa penyebab sakit ginjal, di antaranya darah tinggi dan diabetes mellitus, sehingga penting bagi setiap orang untuk selalu mengontrol dan mengobati sejak dini.

 

Salah satu penyebab gagal ginjal adalah diabetes mellitus, suatu kondisi yang ditandai dengan kadar glukosa darah tinggi (gula). Seiring waktu, tingginya tingkat gula dalam darah merusak jutaan unit penyaringan kecil dalam setiap ginjal. Hal ini akhirnya mengarah pada gagal ginjal. Sekitar 20 sampai 30 persen orang dengan diabetes mengalami penyakit ginjal (nefropati diabetik), meskipun tidak semua ini akan berkembang menjadi gagal ginjal. Seseorang dengan diabetes rentan terhadap nefropati apakah mereka menggunakan insulin atau tidak. Risiko ini terkait dengan lamanya waktu orang yang memiliki diabetes.

 

Tidak ada obat untuk nefropati diabetik, dan pengobatan berlangsung seumur hidup. Nama lain untuk kondisi ini glomerulosklerosis diabetik. Orang dengan diabetes juga berisiko masalah ginjal lainnya, termasuk penyempitan pembuluh darah ke ginjal, yang disebut stenosis arteri ginjal atau penyakit renovaskular.

 

"Karena begitu seseorang terkena penyakit ginjal stadium satu, maka tidak akan bisa kembali normal. Yang bisa dilakukan adalah mencegah ke stadium berikutnya, atau mencegah agar tidak ke stadium 5,“ papar Ketua Pernefri, dr. Dharmeizar, Sp.PD-KGH, dalam acara Peringatan Hari Ginjal Sedunia 2016, di Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis, 10 Maret 2016.

 

Menurut Dharmeizar, penting meningkatkan kesadaran orang tua, dan seluruh masyarakat menjalani hidup sehat sejak awal. Karena mencegah penyakit ini adalah jalan satu-satunya agar tidak terkekang dengan berbagai proses hemodialisis seumur hidup, atau transplantasi ginjal yang membutuhkan biaya besar.

 

"Modifikasi gaya hidup mulai dari sekarang, dengan mengurangi konsumsi garam, perbanyak konsumsi buah dan sayur-sayuran, kurangi asupan lemak, turunkan berat badan berlebih, olahraga teratur minimal 30 menit, empat sampai lima kali seminggu," sarannya.

 

Selain itu, menghentikan kebiasaan merokok. Selalu minum delapan gelas air mineral setiap hari, serta kontrol faktor risiko seperti tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus.

 

"Kontrol tekanan darah tinggi dan diabetes mellitus ini harus ada targetnya, dan dikontrol agar tidak sia-sia usaha yang telah dilakukan," kata dia.

 

Sementara untuk anak usia sekolah dan remaja, biasakan minum enam gelas air sehari. Sedangkan untuk anak di bawah usia 5 tahun sebaiknya disesuaikan dengan bobot tubuh.

 

"Yaitu 100 mililiter per kilogram berat badan," jelas Dokter Ahli Ginjal Anak FKUI RSCM, DR. dr.Sudung O Pardede Sp.A (K).

 

Orang tua, dia menambahkan, sebaiknya mulai mengontrol jam bermain anak. Jangan biasakan anak berlama-lama main gadget, apalagi menyediakan camilan. Terbaik adalah dengan membiarkan anak beraktivitas di luar, melakukan banyak kegiatan agar tidak mengalami obesitas, yang juga menjadi salah satu risiko penyakit ginjal. (Viva.co.id)

Add comment


Security code
Refresh