Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 20 Desember 2015 15:54

Iran Suarakan Pembentukan Tim Pencari Fakta Tragedi Mina

Iran Suarakan Pembentukan Tim Pencari Fakta Tragedi Mina

Wakil Wali Faqih Urusan Haji Iran menegaskan urgensi pembentukan tim pencari fakta tragedi Mina. Hujatul Islam wa al-Muslimin Sayyed Ali Ghazi Asgar dalam wawancara dengan IRIB menyinggung statemen Pemimpin Besar Revolusi Islam mengenai tragedi Mina. Ghazi Asgar mengatakan, Ayatullah Khamenei dan pejabat tinggi Iran menekankan pentingnya pembentukan tim pencari fakta mengenai tragedi yang menimpa jemaah haji di Mina tahun ini.

 

Mengenai konsentrasi massa yang berdesak-desakan di jalan 204 Mina, Ghazi Asgar menegaskan, Jemaah haji tidak bisa dipindahkan ke jalan yang tidak memiliki fasilitas memadai, dan mereka dibiarkan begitu saja.

 

Wakil Wali Faqih dalam urusan haji Iran mengajukan pertanyaan, "Mengapa petugas menghalangi massa?". "Banyak pihak menyatakan, jika diizinkan, kami bisa bergerak maju. Sebab meskipun massa terkonsentrasi tapi jalur bisa dilalui. Oleh karena itu, jemaah bisa dikontrol sehingga tidak akan muncul masalah kemudian. Tapi mengapa, pihak keamanan tidak mengizinkan jemaah haji melalui jalur lain itu?" ujarnya.

 

Di bagian lain statemennya, Ghazi Asgari mempersoalkan, mengapa helikopter tidak membantu massa, maupun mengerahkan mobil pengangkut air untuk menyalurkan air bagi jemaah haji ?

 

"Jenazah yang ditumpuk begitu rupa sangat berat [untuk bisa diterima], dan menambah kesedihan dari musibah ini," ujar Ghazi Asgar.

 

Wakil Wali Faqih Urusan haji Iran mengajak pemerintah Arab Saudi untuk bekerja sama dengan delegasi Iran mengenai tragedi Mina.

 

"Arab Saudi harus bekerja sama secara khusus untuk menyelidiki faktor penyebab utama tragedi Mina, dan kemudian bertindak tegas terhadap pelakunya," tegas Ghazi Asgar.

 

Seluruh dunia Islam bersedih atas terjadinya tragedi Mina. Menurut Ghazi Ashgar, korban tragedi Mina bukan hanya Iran saja, tapi juga jemaah haji dari negara lain.

 

Wakil Wali Faqih urusan haji Iran menyerukan supaya pemerintah Arab Saudi mengungkapkan realitas sebenarnya dari tragedi Mina, dan mempertanggungjawabkannya kepada bangsa dan negara yang mengirim jemaah haji.

 

Ghazi Ashgar juga menjelaskan bahwa pemerintah Arab Saudi harus membayar diyat kepada keluarga korban tragedi Mina. Ditegaskannya, ibadah haji tahun ini berlalu dengan korban yang besar. Peristiwa ini dicatat dalam lembaran sejarah.

 

 

 

Wakil Wali Faqih urusan haji Iran mengungkapkan deretan peristiwa getir dalam sejarah penyelenggaran ibadah haji seperti banjir, kebakaran, dan kematian jemaah haji di Mina dan peristiwa lainnya. Meskipun demikian, insiden seperti ambruknya crane di Masjidil Haram pada 11 September lalu, yang disusul tragedi Mina pada 24 September tahun ini merupakan peristiwa yang jarang terjadi.

 

Berkaitan dengan insiden ambruknya crane di masjidil Haram, Ghazi Asgar mengungkapkan sebanyak 107 orang jemaah haji wafat akibat insiden itu. Dari jumlah tersebut, 11 orang jemaah adalah haji Iran.

 

Ghazi Asgar mengatakan, "Masalah ini harus diselidiki, mengapa terjadi demikian? Tim pencari fakta harus dibentuk untuk menyelidikinya.Apakah waktu kerja crane telah selesai, ataukah sedang beroperasi? Apakah memang angih topan yang menyebabkan ambruknya crane itu ? Seluruh faktor harus diselidiki dan jelas membutuhkan investigasi. Ini masalah yang sulit dicerna akal dengan korban begitu banyak."  

 

Ghazi Asgar mengatakan, penutupan perusahaan konstruksi, keputusan pengadilan seperti cekal, permohonan maaf dari pemerintah Arab Saudi, investigasi terhadap para pelaku peristiwa ini, janji pemberian kompensasi bagi keluarga korban, dan penerimaan dua orang dari keluarga korban yang wafat untuk menjalankan ibadah haji tahun depan sebagai tindakan Saudi menyikapi terjadi insiden itu.

 

Pada 24 September 2015, tepat di hari raya Idhul Adha, terjadi tragedi yang menewaskan ribuan orang ketika para jemaah haji bergerak menuju Jamarat di Mina. Hal ini disebabkan ketidakcakapan pemerintah Arab Saudi dalam mengelola ibadah haji. Dilaporkan, sebanyak 465 orang jemaah haji Iran wafat dalam insiden Mina.(IRIBIndonesia/PH)   

Media

Add comment


Security code
Refresh