Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 20 Desember 2015 15:42

Mengusut Tuntas Tragedi Mina

Mengusut Tuntas Tragedi Mina

Ketua Organisasi Haji dan Ziarah Iran Saeed Ohadi, mengatakan jenazah 308 jemaah haji Iran korban tragedi Mina telah diterbangkan ke Tehran. Sedangkan mengenai proses identifikasi korban, Ohadi menuturkan masih ada 69 jemaah haji Iran yang belum ditemukan keberadaannya dan proses pencarian untuk memastikan nasib mereka terus berlanjut.

 

 

“Delegasi Iran sudah memiliki akses ke tempat-tempat penyimpanan jenazah di Jeddah dan Mekkah dan tim pencari korban sudah ditempatkan di sana,” kata Ohadi setelah melakukan pertemuan dengan wakil menteri kesehatan Arab Saudi.

 

“Sebanyak 85 korban yang disimpan di lemari penyimpanan jenazah di Mekkah dan Jeddah sudah dapat dipastikan sebagai jemaah Iran dan sekarang sedang memperjelas identitas masing-masing dari mereka,” tambahnya.

 

Setelah dua pekan dari insiden yang membuat ribuan jemaah haji wafat di Mina, Menteri Kesehatan Arab Saudi Bandar bin Muhammad al-Hijaz dalam sebuah pesan kepada Saeed Ohadi, menyampaikan belasungkawa kepada Dunia Islam khususnya Republik Islam Iran.

 

Dalam pesan itu, Bandar bin Muhammad juga menyatakan kesiapan untuk memenuhi permintaan Iran soal pemulangan semua jenazah asal Iran ke Tehran. Kementerian Kesehatan Arab Saudi telah menerima daftar nama dan data paspor korban tragedi Mina dari Iran sehingga mempermudah pengurusan berkas-berkas pemulangan jenazah.

 

Sementara itu, Jaksa Agung Iran Sayid Ibrahim Raesi mengkonfirmasikan pembentukan sebuah tim untuk mengumpulkan pengaduan dan barang bukti tentang tragedi Mina. Dia mengatakan, “Para pejabat Saudi perlu tahu bahwa perjalanan waktu tidak akan membuat kami melupakan tragedi Mina dan keseriusan kami justru akan meningkat.”

 

“Jika pemerintah Saudi bersedia memenuhi hak-hak para korban jemaah haji Iran dan menghukum tegas pihak-pihak yang terbukti bersalah dalam tragedi tersebut, maka kasusnya selesai. Namun, jika mereka tidak mengambil tindakan, Republik Islam Iran akan menindaklanjuti kasus ini melalui lembaga-lembaga internasional,” tegasnya.

 

Wakil Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran Bidang Haji dan Ziarah, Hujjaul Islam Sayid Ali Qazi Asgar, juga menekankan pembentukan segera komisi pencari fakta untuk mengusut tragedi Mina.

 

“Iran mengusulkan kepada otoritas Arab Saudi untuk menyampaikan fakta kepada publik dan melibatkan negara-negara lain dalam pengusutan, serta memikirkan rencana di masa mendatang dan memberi jawaban yang memuaskan kepada negara-negara lain dan masyarakat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Wakil Kepala Kepolisian Iran Brigadir Jenderal Eskandar Momeni mengatakan, “Jika syarat-syarat sudah terpenuhi, Lembaga Kepolisian Iran dan Organisasi Kepolisian Kriminal Internasional (Interpol) akan bertindak untuk mengusut tragedi Mina.”

 

Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Alaeddin Boroujerdi juga mengatakan, komisi pencari fakta yang melibatkan negara-negara korban harus dibentuk untuk menyelidiki tragedi Mina.

 

“Parlemen Iran telah mengambil langkah-langkah untuk menyelidiki penyebab tragedi Mina dan tindakan ini tentu saja membutuhkan partisipasi parlemen dari negara-negara lain,” tambahnya.

 

Jumlah korban meninggal, cidera, dan hilang dalam tragedi di puncak haji pada 24 September 2015, dilaporkan mencapai lebih dari 4.700 orang. Jemaah haji Iran yang meninggal dalam tragedi itu sebanyak 465 orang. (IRIB Indonesia/RM)

Media

Add comment


Security code
Refresh