Iran Buka Pekan Kebudayaan di Thailand
Jalal Tamlah, Konselor Kebudayaan Republik Islam Iran di Thailand mengkonfirmasikan dibukannya Pekan Kebudayaan Iran di Bangkok bertepatan dengan peringatan Sepuluh Hari Fajar Kemenangan Iran. Pekan ini digelar di Universitas Chulalongkorn, Thailand.
"Pekan Kebudayaan ini akan menampilkan sejumlah karya dan budaya Iran termasuk pemutaran film serta pameran guna mengenalkan kebudayaan Iran kepada warga Thailand," ungkap Jalal Tamlah saat diwawancarai IRNA, Rabu (8/2).
"Pameran ini akan menampilkan kebudayaan kuno Iran hingga peradaban modern bangsa Iran serta kemajuan negara ini di berbagai bidang sains yang mencakup sistem pertahanan, nuklir, nano teknologi, pembuatan bendungan, pusat pebangkit listrik dan aktivitas perempuan di berbagai bidang sepanjang sejarah Iran," tambah Tamlah.
Di bagian lain wawancaranya, Tamlah mengatakan, pameran Pekan Film Iran termasuk agenda Pekan Kebudayaan yang digelar di Thailand. Sementara itu, menurut Tamlah, di acara pembukaan Pekan Kebudayaan ini dibuka oleh Duta Besar Republik Islam Iran untuk Thailand, Majid Bizmark. Dalam pidatonya, Bizmark memuji budaya toleran dan santun Thailand serta menyebut kebudayaan ini kembali pada periode Ayudhaya yang mengizinkan Islam serta pedangan Muslim untuk tinggal di negara ini.
"Di saat 400 tahun lalu ketika Eropa memusuhi Islam, Ayudhaya dengan tangan terbuka menyambut kedatangan warga muslim dan mengizinkan mereka hidup berdampingan dengan warga pribumi," tandas Bizmark. Pedangang Muslim yang dipimpin Sheikh Ahmad Qomi menjadi cikal bakal terbentuknya masyarakat Muslim Syiah di Thailand serta berperan di pemerintahan saat itu.
Dubes Iran untuk Thailand menambahkan, penghargaan Sheikh Ahmad Qomi tahun ini dari kedubes Iran dianugerahkan kepada Banjob Bunnag, mantan jenderal Thailand dan keturunan keluarga besar Bunnag. Keluarga Bunnag merupakan keluarga terkenal Syiah di Thailand yang sejak lama memiliki pengaruh di pemerintahan negara ini.
Dalam kesempatan tersebut Bizmark mengharapkan peningkatan hubungan politik dan budaya kedua negara mengingat kerjasama kebudayaan Bangkok-Tehran selama ini.
Sementara itu, Rektor Universitas Chulalongkorn, Pirom Kamolratanakul yang hadir di pembukaan Pekan Kebudayaan Iran di Bangkok menandaskan, tahun ini merupakan peringatan 330 tahun hubungan Siam dengan Iran, 230 tahun Tehran dan Bangkok sebagai ibukota kedua negara dan 33 tahun kemenangan Revolusi Islam Iran akan menjadi masa emas hubungan kedua negara.
Ia juga mengkonfirmasikan dibukanya kelas bahasa Persia di universitasnya. "Kerjasama pendidikan antara universitas kedua negara juga dapat meningkatkan hubungan dan kerjasama yang ada termasuk energi yang dapat diperbaruhi," ungkap Pirom Kamolratanakul. (IRIB Indonesia/MF)