“Kekuatan Hegemoni Global di Balik Genosida di Myanmar”

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Seorang anggota parlemen Republik Islam Iran mengatakan, kekuatan hegemoni global di balik pembersihan etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

"Genosida Muslim di Myanmar merupakan kejahatan lain negara-negara hegemonik terhadap umat Muslim," kata Nader Qazipour pada Jumat (27/7).

Ia menambahkan, negara-negara besar seperti Amerika Serikat dan Inggris tidak dapat mentolerir persatuan dan kemajuan umat Islam. Mereka melanggar hak-hak Muslim di berbagai negara melalui program kejahatan.

 

Lebih lanjut, Qazipour mengecam organisasi hak asasi manusia internasional atas kebungkaman mereka terhadap pembantaian etnis Muslim Rohingya di Myanmar.

 

"Hal itu menunjukkan bahwa badan dunia tersebut bersama dengan media mainstream telah dibentuk untuk melayani kepentingan kekuatan-kekuatan hegemonik," ujarnya.

Di bagian lain statemennya, anggota parlemen Iran menyerukan persatuan yang lebih erat di antara negara-negara Islam sebagai upaya untuk mencegah penyebaran kejahatan serupa terhadap umat Islam.

Pemerintah Myanmar menolak mengakui etnis Muslim Rohingya sebagai warga dengan alasan mereka dianggap sebagai imigran Ilegal.  

Laporan menyebutkan bahwa 650 Muslim Rohingya tewas pada tanggal 28 Juni dalam bentrokan di wilayah barat Rakhine di Myanmar dan sekitar 1200 lainnya dinyatakan hilang, serta 80000 lebih terlantar. (IRIB Indonesia/RA)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description