Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Selasa, 21 Oktober 2014 15:26

Sihir Dalam Perspektif Islam

Sihir memiliki banyak rahasia yang tidak diketahui oleh manusia. Sejak di zaman kuno, sihir sudah dikenal di kalangan masyarakat. Banyak tradisi yang umum di suku-suku primitif yang tidak terlepas dari masalah sihir, seperti menggantungkan logam yang telah dilukis di beberapa titik tubuh, atau melukis bentuk-bentuk tertentu di badan. Mereka menggunakan benda dan lukisan tersebut sebagai senjata dan perisai untuk menghadapi roh-roh jahat dan setan.

Minggu, 19 Oktober 2014 13:41

Sumber-sumber Pendanaan ISIS

Kelompok teroris Takfiri, Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) melakukan manuver berbahaya di negara-negara Arab khususnya di Irak dan Suriah selama beberapa bulan terakhir. ISIS mengklaim ingin mendirikan pemerintahan baru dan mengubah geopolitik di kawasan itu. Sejak 8 Juli 2014, setelah kelompok teroris tersebut menyerang Irak dan berhasil menguasai sejumlah kota termasuk Mosul (Pusat Provinsi Nineveh dan kota terbesar kedua di Irak) dan Tikrit (Pusat Provinsi Salahuddin), ISIS selalu menjadi berita utama di media dan berubah menjadi ancaman serius bagi kawasan, bahkan bagi para pendukung kelompok Takfiri itu.

Kita semua selalu diuji. Pada hakikatnya, dunia manusia adalah tempat ujian dari Allah Swt. Manusia dalam berbagai tahapan kehidupannya, pasti akan menghadapi  berbagai ujian. Sesuai dengan tujuan penciptaan, kriteria dan kapasitas wujudnya, Allah Swt mengujinya di berbagai tahapan kehidupan manusia, karena di baliknya tersimpan tatanan kehidupan, kesempurnaan, bimbingan dan pengembangan potensi. Dalam tatanan yang esensi dan substansinya adalah gerakan cepat dan kesempurnaan, maka manusia di setiap tahapan dalam kehidupannya akan mencapai keutamaan dan kesempurnaan baru hingga akhirnya sampai pada derajat kemuliaan dan keutamaan tertinggi.

Munculnya fenomena gerakan takfiri yang memiliki ideologi radikal, fanatik dan sadis di dunia yang menyerukan perdamaian, hidup berdampingan dengan damai, kemajuan serta menyongsong masa depan merupakan fenomena yang mengenakkan serta tidak selaras dengan transformasi di dunia. Ini merupakan sebuah realita bahwa manusia secara fitrah mencari cahaya terang (hidayah) dan cenderung pada kebebasan serta persahabatan.

Senin, 06 Oktober 2014 13:26

Manajemen Waktu Perspektif Islam

Waktu dan kesempatan merupakan modal berharga dan tak ternilai bagi manusia, di mana jika itu dimanfaatkan dengan efektif, mereka dapat mencapai kemajuan di semua bidang dan mencapai puncak kedudukan material dan spiritual. Waktu atau masa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (1997) adalah seluruh rangkaian saat ketika proses, perbuatan, atau keadaan berada atau berlangsung. Pemanfaatan waktu merupakan sebuah karunia terbesar, di mana seseorang dapat membebaskan dirinya dari keterpurukan dan kesia-siaan. Mereka dapat menyelaraskan dirinya dengan sistem penciptaan yang sarat tujuan dan memberi makna bagi kehidupannya.

Jumat, 03 Oktober 2014 10:08

Dialektika Pemikiran Islam

Oleh: Muhammad Dudi Hari Saputra*

 

Ada titik temu dari berbagai pemikir ekonomi-politik Iran, yaitu Independensi (kemandirian), seperti ungkap Ali Shariati: bazgasht be khishtan (return to the self), yang seiring dengan pemikiran Ayatullah Baqir Sadr, Ayatullah Mothahhari dan tentu Imam Khomeini ra.

Minggu, 28 September 2014 15:41

Haji dan Rumah Tuhan dalam al-Quran

Ibadah haji merupakan program global Islam yang paling populer. Kewajiban yang menjadi salah satu dari rukun Islam ini merupakan contoh kecil dari program global Islam. Akan tetapi dalam contoh kecil itu sendiri, manusia diminta fokus untuk mendirikan shalat dan bermunajat kepada Sang Khalik, meninggalkan pekerjaan yang dilarang, berpisah untuk sementara waktu dengan tanah kelahiran, berjihad dengan hawa nafsu, mengorbankan harta benda, melupakan segala kelezatan, dan menanggung segala bentuk kesulitan. Semua itu dapat ditemukan dalam ritual ibadah haji.

Sabtu, 20 September 2014 12:44

Islam dan Program Kesejahteraan Umat

Kehidupan di dunia modern tentu saja berbeda jauh dengan masa lalu. Di samping kekayaan dan kesejahteraan yang dinikmati oleh golongan tertentu, kemiskinan juga tersebar luas di seluruh pelosok dunia. Kaum elite setiap hari menemukan cara baru untuk menumpuk harta dan kekayaan, sementara kelompok berpenghasilan rendah dan orang miskin kian tak berdaya. Kekuasaan dan kekayaan terkadang telah membutakan para pemiliknya sehingga mereka tidak punya waktu untuk memikirkan nasib masyarakat miskin. Akan tetapi, seorang Muslim menganggap kegiatan membantu orang lain sebagai sebuah kewajiban agamanya, karena Islam – sebagai agama yang sempurna – memiliki strategi dan program khusus untuk mensejahterakan kaum miskin.

Senin, 15 September 2014 14:33

Etika Berkomunikasi Menurut Quran

Kemampuan berkomunikasi merupakan sebuah instrumen dasar untuk membangun interaksi antar-sesama. Kepribadian dan pemikiran seseorang tercermin dari tutur kata yang benar dan beretika serta jauh dari segala bentuk penghinaan terhadap orang lain. Oleh karena itu, ucapan yang terukur serta penuh kelembutan dan kejujuran akan memperlihatkan nilai-nilai kemanusiaan dan merupakan manifestasi dari budi pekerti yang luhur.

Oleh: Dina Y. Sulaeman

Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas konflik di Timur Tengah? Ada banyak versi jawaban yang bisa diberikan. Namun, ada hal yang menarik yang baru saya temukan setelah mengikuti kuliah umum Dr. Vandana Shiva di UI pada 18 Agustus 2014, yang disponsori Mantasa dan Yayasan Kehati. Tulisan ini bukan ringkasan isi kuliah tersebut (silahkan menonton videonya di Youtube), melainkan refleksi saya.

Industri pertanian global adalah (salah satu) pihak yang bertanggung jawab atas kemiskinan umat manusia. Kata FAO, hari ini, produksi pangan dunia sebenarnya cukup untuk memberi makan semua orang. Namun karena yang menghasilkan pangan adalah industri, pangan itu dijual di pasar bebas dengan harga tinggi, sehingga banyak orang miskin tak mampu membelinya. Orang yang semula tidak miskin pun jatuh miskin karena mahalnya pangan. Tahun 2013, ada 800 juta orang di seluruh dunia yang kekurangan pangan, termasuk di Indonesia.