Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Senin, 02 Februari 2015 15:12

Pengaruh Ajaran Islam bagi Perilaku Sosial

Pengaruh Ajaran Islam bagi Perilaku Sosial

Insiden berdarah di Parismendapat sorotan luas media-media dunia. Akan tetapi, beberapa media Barat melakukan generalisasi masalah dan mengaitkan masyarakat Muslim dengan serangan terorisme itu. Mereka berusaha mengesankan Islam sebagai agama yang berbahaya dan mengerikan. Sikap itu telah membangkitkan gelombang baru Islamphobia di Perancis. Padahal, umat Islam sejak awal mengecam tindakan terorisme di Paris. Pasca kejadian itu, Perancis berubah menjadi poros gerakan Islamphobia dan individu tertentu mulai melancarkan tindakan anti-Islam seperti, menyerang masjid dan pusat kegiatan kaum Muslim, menulis slogan-slogan rasis di tembok-tembok masjid, dan merusak tempat ibadah umat Islam.

 

 

Aksi itu tentu saja tidak berakhir di situ dan majalah satir Perancis, Charlie Hebdo dalam edisi terbarunya kembali menghina Nabi Muhammad Saw dan umat Islam dengan mencetak jutaan eksemplar yang disebar ke sejumlah negara dunia.Dalam kondisi seperti ini, media-media mainstream berusaha menghubungkan isu terorisme dengan Islam.Namun, aksi heroik seorang pemuda Muslim mengundang simpati dunia dan ia telah memperkenalkan wajah asli Islam. Lassana Bathily adalah pahlawan bagi Perancis, ketika ia membantu menyelamatkan 15 warga dari penyanderaan di toko kelontong Yahudi. Ia mampu menyita perhatian media-media Barat sampai-sampai Presiden Perancis Francois Hollandemenelepon Bathily dan mengapresiasi keberaniannya.

 

Setelah peristiwa itu, mayoritas warga Perancis meminta pemerintah untuk memberi warga kenegaraan kepada pemuda Muslim dari Mali tersebut.Pada akhirnya, Menteri Dalam Negeri Perancis Bernard Cazeneuve memuji keberanian Bathily. Cazeneuve pun memberikan kewarganegaraan untuk pria berusia 24 tahun itu dan melangsungkan upacara naturalisasinya. Perdana Menteri Perancis Manuel Valls juga ikut hadir dalam upacara pemberian kewarganegaraan itu.Pemerintah Perancis mengucapkan terima kasih kepadanya atas nama bangsa Perancis.Dalam prosesi itu, Valls dan Cazeneuve memberikan medali atas aksi kepahlawanannya.

 

Keberanian Bathily telah mementahkan semua propaganda miring media-media Barat dan pada praktiknya, ia telah memperkenalkan citra mulia Islam kepada dunia. Lassana Bathily menginjakkan kaki di Perancis pada 2006.Sejak saat itu, ia berjuang untuk mendapatkan kewarganegaraan. Bukan tanpa halangan, permohonan Bathily bahkan pernah ditolak pada 2011. Dalam insiden Paris, Bathily yang bekerja diHyper CacherVicennes milik Yahudi, memimpin sekelompok pelanggan supermarket itu bersembunyi di lemari pendingin.Dia kemudian keluar dari toko itu, tetapi ditahan oleh polisi. Bathily mengatakan, polisi awalnya mengira dirinya sebagai teroris. Namun dia kemudian memberikan informasi krusial mengenai kondisi toko dan pergerakan dari Amedy Coulibaly.

 

Ketika para sandera keluar, mereka berterima kasih kepadaBathily. Polisi pun terkejut melihat pemandangan itu dan mereka baru sadar bahwa pria Muslim tersebut selain bukan teroris, tapi juga seorang pahlawan. Berkat keberaniannya, Bathily berhasil menyelamatkan banyak sandera. Dalam keterangannya, dia menyebutkan bahwa semua orang bersaudara.

 

Lassana Bathily tampil pada momen yang tepat untuk menampilkan perilaku sosial seorang Muslim, ketika semua telunjuk diarahkan kepada Islam dan umatnya.Setelah kejadian itu, Bathily mengatakan, “Saya membantu warga Yahudi. Kita semua bersaudara. Bukan masalah kita Yahudi atau Kristen atau Muslim, kami ada di dalam kapal yang sama. Anda menolong sehingga Anda dapat melewati serangan ini." Dengan rendah hati, Bathily menegaskan sama sekali tak menganggap dirinya sebagai pahlawan. Dia mengatakan, “Nama saya Lassana, saya akan tetap menjadi diri saya sendiri,tidak ada yang berubah. Jika nanti harus melakukan yang seperti ini lagi, saya akan melakukannya dengan senang hati."

 

Sebenarnya,Bathily telah mengamalkan ajaran Islam dengan menyelamatkan orang lain.Islam sangat menghargai keselamatan jiwa manusia. Berdasarkan ajaran Islam, siapa saja dan dengan cara apapun mampu menciptakan kondisi untuk keselamatan seseorang, ia telah melakukan sebuah pekerjaan yang mulia dan mendapat ganjaran yang besar. Dan siapa saja yang melakukan kekerasan atas dasar nafsu dan mencabut nyawa seseorang dengan keji, maka ia sama seperti telah membunuh semua manusia. Allah Swt dalam surat al-Maidah ayat 32 berfirman, “… barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan dimuka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya…”

 

Islam mengajarkan kepada umatnya bahwa kemuliaan dan keselamatan seorang manusia sama seperti kemuliaan dan keselamatan seluruh umat manusia.Islam menentang kekerasan dan terorisme. Sejarah kehidupan Rasulullah Saw menunjukkan bahwabeliau tidak hanya sangat menghormati semua orang, tapi juga pembawa kabar gembira tentang perdamaian dan persaudaraan. Dalam pemerintahan Rasulullah Saw, semua lapisan masyarakat terlepas dari ras dan agama, hidup dalam keseteraan dan mereka saling mengasihi dan mencintai, serta menghormati keyakinan pihak lain.

 

Di tengah masyarakat Islam, tidak seorang pun berhak untuk merampas kehidupan dan harta benda pihak lain dan membahayakan keamanan sosial. Nabi Saw berjuang untuk menghapus ketegangan hubungan dan perang dengan cara menciptakan sejumlah perjanjian damai dan mengingatkan kaum Muslim untuk berkomitmen dengan kesepakatan tersebut. Spirit perjanjian itu adalah untuk membangun persatuan dan persaudaraan di antara suku-suku serta menjamin perdamaian, kebebasan, dan keamanan semua individu.

 

Dalam peristiwa penaklukan Kota Makkah, Rasul Saw menolak slogan-slogan kekerasan dan aksi balas dendam. Beliau bersabda, “Hari ini adalah hari kasih sayang danberilah maaf kepada musuh-musuh Islam.” Perilaku mulia ini telah menarik banyak orang untuk menerima Islam.

 

Meski kata ‘terorisme’ muncul di era modern, tapi Islam dan semua agama sejak awal melarang manusia untuk melakukan kekerasan.Allah Swt memerintahkan Rasulullah Saw untuk menyeru semua pengikut agama tauhid kepada sisi-sisi persamaan agama mereka.Salah satu dimensi persamaan agama tauhid dan keseragaman pandangan adalah larangan untuk melakukan kekerasan dan pembunuhan. Dalam surat al-An’am ayat 151, Allah Swt berfirman, “… dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahaminya.”

 

Semua agama melarang pengikutnya untuk memangkul senjata serta merampas kebebasan dan keamanan orang lain kecuali dengan sebab yang benar. Ini adalah sesuatu yang ditekankan oleh Allah Swt sejak pertama kali turunnya agama langit agar umat manusia merenungkannya. Oleh karena itu, terorisme sama sekali tidak berhubungan dengan Islam dan semua agama langit lainnya. Terorisme tentu saja tidak selalu identik dengan pembunuhan, tapi tujuan utama terorisme adalah menciptakan ketakutan dan kepanikan. Menurut pandangan Islam, orang-orang yang berbuat seperti itu, mereka layak untuk mendapat hukuman yang berat. Karena berdasarkan ajaran Islam, tidak seorang pun berhak untuk merusak keamanan, kebebasan, dan kehidupan orang lain.

 

Oleh sebab itu, klaim yang mengaitkan terorisme dengan Islam adalah sebuah tudingan yang tidak berdasar dan batil. Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran, Ayatullah Sayid Ali Khamenei dalam sebuah surat terbukakepada pemuda Eropa dan Amerika Utara mengatakan, “Saya tidak memaksa bahwa kalian harus menerima interpretasi saya atau penafsiran-penafsiran lain tentang Islam. Namun, saya ingin mengingatkan kalian untuk tidak membiarkan realitas di dunia ini diperkenalkan kepada kalian dengan kepentingan tertentu dan ambisi-ambisi busuk. Kalian jangan biarkan orang-orang munafik menggunakan para teroris yang mereka rekrut sebagai wakil Islam untuk memperkenalkan agama ini kepada kalian.Rahbar mengajak pemuda Barat untuk mengakses pengetahuan langsung dan tanpa perantara tentang agama Islam.

 

Jelas bahwa mereka yang melontarkan tudingan miring tersebut tidak memiliki tujuan lain kecuali menciptakan perpecahan dan permusuhan di antara para pengikut agama.Penghinaan terhadap agama Ilahi termasuk pribadi Rasulullah Saw adalah sebuah dosa yang tidak termaafkan dan layak dikecam oleh semua manusia merdeka dan beragama. Oleh karena itu, semua manusia lebih baik berpegang pada ajaran agama tauhidnya serta menjauhi segala bentuk perpecahan dan kekerasan. Mereka juga tidak boleh memberi ruang kepada musuh untuk merusak keamanan dan ketenangan melalui aksi-aksi pelecehan dan propaganda media. (IRIB Indonesia/RM)

Add comment


Security code
Refresh