Situs ini diskontinyu. Kami telah pindah ke Parstoday Indonesian
Minggu, 22 November 2015 12:13

Teologi Transformatif

Oleh: Muhammad Anis*

Teologi berasal dari dua kata: theos (Tuhan) dan logos (logika, ucapan, wacana). Secara sederhana didefinisikan oleh A.H. Strong sebagai “ilmu tentang Tuhan serta hubungan Tuhan dengan alam semesta”. Sedangkan Thomas Aquinas mendefinisikannya secara spesifik sebagai “pikiran Tuhan, ajaran Tuhan, dan membimbing menuju Tuhan" (theology is taught by God, teaches by God, and leads to God).

Setahun yang lalu, 19 Oktober 2014, seorang reporter Amerika, Serena Shim, tewas dibunuh di Turki saat sedang melaporkan secara langsung situasi di medan tempur, di kota perbatasan Suriah, Kobani. Serena Shim melakukan penyelidikan terhadap ribuan prajurit asing yang telah menyeberangi perbatasan Turki untuk turut bergabung dalam perang proxy di Suriah. Seperti dilaporkan oleh kantor berita Realities Watch Lebanon(15/11).      Serena Shim. Kala itu sedang dalam proses membongkar bukti-bukti yang menunjukkan bantuan yang diberikan Barat kepada ISIS. Hingga kini, bukti-bukti yang dikumpulkan Serena masih belum diketahui karena semua rekaman yang berhasil ia kumpulkan dan semua barang-barang yang ada bersamanya termasuk passport dan cincin pernikahannya disita oleh pemerintah Turki bersamaan dengan kematiannya.Serena Shim hendak kembali ke Lebanon untuk merayakan ulang tahun anaknya kala itu. Setelah menyerahkan semua bukti keterlibatan Barat sebagaimana ia menunjukkan bagaimana Turki membantu ISIS dalam laporan-laporan sebelumnya, sebenarnya Serena berniat untuk pensiun dan kembali berkumpul dengan suami, kedua anak, orang tua, serta dua saudarinya.      Jenazah Serena ShimSerena Shim dan sepupunya Judy Irish dilaporkan dibunuh melalui dalih kecelakaan truk yang melaju berlawanan arah di jalan raya. Bagaimanapun juga, keluarga Shim yang mengetahui persis duduk perkara dan bahwa Serena memiliki bukti mengenai keterlibatan Barat dalam membantu teroris di Suriah, mengatakan bahwa kecelakaan tersebut dimanipulasi oleh pemerintah Turki.     Keluarga Shim memprotes berbagai keganjilan yang terjadi pada “kecelakaan” Serena Shim yang antara lain menyatakan bahwa pertama setelah kejadian, pemerintah Turki menyatakan tidak bisa menemukan truk yang telah menabrak mobil yang disewa dan dikendarai Shim. Namun kemudian pemerintah Turki mengklaim bahwa truk yang menabrak Shim adalah sebuah truk semen, bahkan menunjukkan foto truk tersebut.     Kejanggalan kedua adalah, Shim dan Judy Irish sepupunya mereka berdua dibawa ke rumah sakit berbeda yang terpisah jarak sejauh 25 mil setelah “kecelakaan” terjadi. Lalu keganjilan berikutnya adalah, Shim dikatakan meninggal di tempat kejadian, namun kemudian berubah dinyatakan meninggal karena gagal jantung setelah sekitar satu jam dari kecelakaan.     Keluarga mencurigai Shim dibawa ke sebuah fasilitas militer rahasia sebelum dibawa ke rumah sakit.Serena Shim banyak mempublikasikan bahwa Turki telah membantu ISIS dengan memfasilitasi perjalanan ribuan tentara bayaran ke perbatasan Suriah, serta memberi fasilitas perawatan medis untuk mereka. Beberapa peristiwa penting diplomatik dan militer terjadi pada saat itu, termasuk bantuan pengiriman senjata dari Amerika Serikat untuk para pemberontak di Suriah. Salah satu paket bantuan senjata itu kemudian dikonfirmasi telah dicegat dan jatuh ke tangan ISIS serta diunggah dalam sebuah video Youtube, yang lantas menerima perhatian media internasional. Terlepas dari kenyataan bahwa Shim adalah seorang warga negara Amerika dan tewas setelah media Amerika berfokus pada wartawan lain yang tewas dipenggal ISIS, dalam kematian Shim, Presiden AS Barack Obama tidak mengeluarkan komentar apapun. Departemen Luar Negeri AS justru mengabaikan berbagai pertanyaan yang mengalir mengenai apakah pemerintah AS akan menyelidiki kematian salah satu jurnalis warga negaranya ataukah tidak. Hal ini dilansir WTF News.     Yang lebih mengherankan dari semua ini adalah, tidak ada satupun organisasi mainstream media Amerika yang memberitakan kematian warga negara Paman Sam tersebut yang terjadi secara “tidak wajar” kala sedang bertugas di zona konflik hebat kala itu.Hanya dua hari menjelang kematiannya, Shim melakukan siaran langsung di televisi yang menyatakan bahwa dirinya kini menjadi incaran penyelidikan Badan Intellijen Turki (MIT) yang menuduhnya sebagai mata-mata atas apa yang ia telah laporkan di medan perang. Menurut Shim dalam siaran langsung PressTV, Millî İstihbarat Teşkilatı, (MİT) tengah mencarinya di wilayah perbatasan Suruc dan memerintahkan penduduk lokal untuk melapor jika melihat Shim berada di wilayah itu. Shim juga mencatat bahwa selama ini, laporannya sering berpusat di wilayah Hatay dan sekitarnya, dimana banyak prajurit bayaran asing masuk ke utara Suriah melalui perbatasan Turki tersebut.Pada hari-hari sebelum kematiannya, Serena Shim telah melaporkan pengepungan di Kobani, dimana pasukan Kurdi dan pasukan militer Suriah yang tersisa berjuang melawan teroris ISIS. Pemerintah Turki menyadari kehadiran Shim yang keberadaannya berpindah-pindah antara di Turki dan Suriah. Bagaimanapun juga, Serena Shim adalah seorang reporter yang terampil melakukan penyamaran hingga ia bisa bepergian tanpa diketahui. Periode pertempuran Kobani ini, yang berlangsung antara 12-19 Oktober 2014 adalah pertempuran paling intens saat pasukan ISIS, termasuk tank-tanknya bercokol dan mengepung kota tersebut dan wilayah sekitarnya selama 3 minggu sebelumnya.Selain melaporkan situasi pertempuran di saat-saat genting itu, sebelumnya Serena Shim juga telah melakukan laporan penyamaran penting pada tahun 2012 yang juga dianggap merugikan Turki. Laporan Shim itu mengenai para pemberontak Suriah yang telah menggunakan kamp pengungsi di Turki sebagai pangkalan untuk melakukan serangan ke dalam wilayah Suriah dan bahwa kelompok teroris Al-Qaeda yang mengendalikan penyeberangan perbatasan Turki-Suriah.Setelah Shim melaporkan bahwa intellijen Turki tengah mencari keberadaannya pada tanggal 17 Oktober 2014 pertempuran Kobani menjadi makin buruk dan perkembangan penting geopolitik muncul. Cerita dimulai ketika Pemerintah Turki “menolak” AS yang akan memberi suplai senjata kepada pihak Kurdi Suriah untuk membantu mereka melawan ISIS.      Lalu kemudian pada tanggal 19 November 2014 AS memutuskan untuk memberi bantuan senjata langsung melalui udara dengan menjatuhkan paket senjata yang tentu saja, secara “tidak sengaja” kemudian jatuh ke tangan ISIS. Pejabat AS lantas menyatakan pihaknya menghancurkan paket kedua sebelum sampai ke tangan ISIS, sehingga secara otomatis tidak ada bantuan yang sampai kepada pasukan Kurdi. Sebelumnya, Turki juga menolak rencana untuk memberi jalan bagi pasukan Kurdi Irak yang ingin membantu pasukan Kurdi Suriah dalam melawan ISIS. Selang satu hari, Pemerintah Turki kemudian mengumunkan untuk membolehkan pasukan Kurdi Irak membantu pertempuran pada tanggal 20 Oktober 2014 dimana saat itu Erdogan terus menerus berusaha menunjukkan kepada public atas ketidak senangannya akan tindakan yang telah dilakukan AS pada minggu itu. Bagaimanapun juga, gabungan dua pasukan Kurdi tersebut pada akhirnya berhasil mengambil alih Kobani dari tangan ISIS serta berhasil memukul mundur mereka pada bulan Februari 2015.     Alasan khusus mengapa Shim kemudian menjadi target pemerintah Turki belum diketahui pasti hingga kini, namun satu hal yang pasti menurut rekan-rekan yang bekerja sama dengan Shim selama ini, pembunuhan atas Shim adalah akibat dari hasil usaha Shim yang berupaya untuk mengungkap rahasia dibalik perang kotor yang tengah dimainkan Turki dan AS. Perang proxy di Suriah juga digunakan untuk memanipulasi opini politik di Amerika Serikat.Laporan berita Serena Shim difokuskan pada dua daerah paling penting dari perang Suriah.     Laporannya di dekat kota Hatay dan perbatasan Suriah, Reyhanli berhasil mengungkap bukti bahwa teroris ISIS menggunakan kendaraan Program Pangan Dunia PBB dalam konvoi mereka. Daerah Hatay juga dikenal sebagai daerah penyelundupan minyak ISIS yang sering mereka gunakan untuk membiayai operasi. Daerah ini adalah titik kritis kendali dari perbatasan menuju kota Aleppo, yang telah diperebutkan sejak awal perang.Shim juga pernah membuat laporan dari Kobani, mengenai pangkalan militer rahasia Turki di dekat Kobani dan Sanliurfa, Turki. Negara itu, membuka rumah sakit di Sanliurfa yang memberi pelayanan medis kepada ISIS dan pemberontak lain dalam konflik di negara tetangganya itu. Wilayah perbatasan yang menghubungkan Akcakale ke timur Kobani itu telah berpindah tangan beberapa kali sejak September 2012 ketika pemberontak Suriah menguasainya.Pertempuran Kobani sendiri sebelumnya adalah merupakan bagian penting dari ekspansi ISIS guna memberi kendali lebih diluar wilayah perbatasan ibukota de factonya Raqqa.(IRIB Indonesia/arrahmahnews)

Oleh: Muhammad Ma’ruf

 

Saya mulai pendahuluan tulisan ini dengan kutipan di sosmed yang bisa mewakili ketidak setujuan SK  Bima Arya dengan pertanyaan,.. mengapa?

 

“Warga NU setiap tahun memperingati haul pendiri dan tokoh-tokoh besarnya, komunitas pembela HAM tiap tahun memperingati haul Munir dan Baharuddin Lopa,  umat Kristiani tiap tahun memperingati haulnya Isa al Masih, ikhwan HT tiap tahun memperingati haul runtuhnya khilafah Turki-Utsmani... semuanya aman-aman saja... tidak ada yg protes... mengapa ketika komunitas Syiah memperingati haul cucu Nabi Saw dan salah satu dari imamnya, malah banyak yang reaktif?”

Jumat, 04 September 2015 11:40

Resensi Film Muhammad Rasulullah Saw

Luar Biasa ... Luar Biasa ... Luar Biasa

 

Sejak diumumkan akan ditayangkan secara serentak di bioskop-bioskop Tehran pada Rabu 26 Agustus, keinginan untuk menikmati film termahal Iran dan dibuat selama 7 tahun semakin membuncah. Apalagi informasinya, sutradara Majid Majidi dibantu para sineas kelas dunia untuk mewujudkan film ini.

Selasa, 07 Juli 2015 16:22

Bertopeng dengan Palestina

Ammar Fauzi Heryadi

 

Menjelang hari dunia Yaumul Quds yang jatuh pada Jumat terakhir dari bulan suci Ramadhan, masyarakat dunia kembali menemukan momentum madani untuk mempertahankan pembelaan atas Palestina. Hari itu krusial sepanjang isu Palestina penting dituntaskan. Palestina sudah identik dengan isu politik dalam skala internasional, menjadi titik uji politik luar negeri sejumlah negara dari berbagai kawasan, termasuk Indonesia di Asia Tenggara. Di berbagai forum internasional tinggi tinggi, masyarakat dunia kerap menunggu serangkaian reaksi, di antaranya, terkait dengan entah Palestina atau Israel.

Imam Khomeini ra pendiri Revolusi Islam Iran, mengumumkan hari Jumat terakhir di bulan Ramadhan sebagai Hari Qods sedunia dan hari dukungan atas perjuangan bangsa tertindas Palestina. Sama seperti di tahun-tahun sebelumnya, tahun ini masyarakat dunia khususnya umat Islam telah mempersiapkan diri untuk berpartisipasi dalam pawai akbar Hari Qods Sedunia dan kembali mendukung perjuangan warga tertindas Palestina serta mengungkap esensi penjajah dan agresor rezim Zionis dan para pendukungnya.

Selasa, 16 Juni 2015 15:13

Menuju Tuhan di Bulan Suci

Waktu begitu cepat berlalu. Entah yang keberapa kali siklus siang dan malam telah kita lewati dalam kehidupan ini. Anak-anak tumbuh menjadi remaja, kemudian beranjak dewasa dan tua. Satu-persatu datang, dan pergi meninggalkan alam dunia ini. Lalu, apa yang sudah disiapkan untuk menyambut datangnya kematian yang tidak pernah diduga dan dipastikan, kapan akan datang menjemput. Rutinitas kehidupan acapkali membuat kita lalai untuk mempersiapkan diri menyambut kematian dan mengisi kehidupan ini sesuai tuntunan agama.

Beberapa waktu lalu, rakyat Irak kehilangan salah satu ulama pejuang anti-despotisme.  Ayatullah Syeikh Muhammad Mahdi Asefi, salah satu ulama pejuang Irak pada tanggal 4 Juni meninggal dunia karena sakit  di usia 78 tahun di kota Qom. Jenazah ulama rabbani ini dimakamkan di kompleks pemakaman Wadi al-Salam di kota Najaf, Irak. Di kota Najaf, banyak ulama dan politisi termasuk PM Irak, Haydar al-Abadi  menghadiri acara pemakaman Ayatullah Asefi.

Al-Quran adalah musim semi hati dan telaga ilmu pengetahuan, hati tidak memperoleh penerangan kecuali dengannya. Ucapan hikmah ini merupakan salah satu penggambaran Imam Ali as tentang kitab suci tersebut. Para pemuka agama menyampaikan ratusan kalimat yang indah dan penuh hikmah untuk menjelaskan berbagai aspek dan keagungan al-Quran serta mendorong kaum Muslim untuk membaca dan merenunginya. Keindahan kata,kekayaan isi, dan kefasihan kalam membuat umat Islam menaruh perhatian khusus terhadap al-Quran dan mereka tekun membacanya. Allah Swt dalam surat al-Muzzammil ayat 20 berfirman, “Bacalah apa yang mudah (bagimu) dari al-Quran…”

Segala puji bagi Allah, Tuhan Pengatur alam semesta. Shalawat dan salam Allah Swt kita kirimkan kepada Junjungan kita Nabi Besar Muhammad, keluarganya yang suci, dan sahabatnya yang mulia.

Halaman 1 dari 32