Tafsir Rahnama; Surat An-Nas Ayat 5

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

 

Alladzi Yuwaswisu Fi Shudurinnas

 

Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia

 

Ayat kelima dari an-Nas ini diturunkan di Madinah, sehingga tergolong ayat-ayat Madani.

 

1. Para pembisik meletakkan pemikiran buruknya di dada manusia dan memprovokasi mereka dari dalam untuk melakukan apa yang diinginkan.

 

Alladzi Yuwaswisu Fi Shudurinnas

 

2. Manusia harus berusaha untuk tidak menyerahkan hati kepada bisikan setan dan teliti terkait pemikiran orang lain.

 

Alladzi Yuwaswisu Fi Shudurinnas

 

"Shadr" yang berarti dada disebutkan dalam ayat ini sebagai ganti "Qalb" atau hati sebagai kinayah dari alat kognitif  yang dianugerahkan Allah Swt kepada ruh manusia, sehingga apa yang dipelajari dari orang lain melewati jalur ini dan apa yang diketahui oleh manusia tersimpan di sana.

 

3. Memunculkan motifasi dari dalam diri manusia untuk menentang Rububiyah, Malikiyah dan Uluhiyah Allah Swt merupakan tujuan dari bisikan setan ke dalam hati manusia.

 

Birabbinnas, Malikinnas, Ilahinnas, Min Syarril Waswasil Khannasm, Alladzi Yuwaswisu Fi Shudurinnas

 

4. Manusia berada di bawah pengaruh informasi dan ajaran dari luar dirinya dan siap membentuk dirinya sesuai dengan informasi yang didapatkannya.

 

Qul A'udzu Birabbinnas, Malikinnas, Ilahinnas, Min Syarril Waswasil Khannas, Alladzi Yuwaswisu Fi Shudurinnas

 

5. Pengulangan bisikan setan untuk mempersiapkan sarana bagi pengaruhnya ke dalam diri manusia.

 

Alladzi Yuwassisu

 

Kata kerja atau Fi'il Mudhari' "Yuwaswisu", sesuai dengan konteks ayat yang menjelaskan ciri khas para pembisik, memiliki arti keberlangsungan. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Sumber:

Ali Akbar Rafsanjani, Tafsir Rahnama, Qom, Bostan Ketab.

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description