Tafsir Al-Quran, Surat Al-Araf Ayat 167-169

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Ayat ke 167

 

Artinya:

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa sesungguhnya Dia akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai hari kiamat orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka azab yang seburuk-buruknya. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksa-Nya, dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (7: 167)

 

Sebelumnya telah disebutkan bahwa sekelompok Bani Israil dengan berbagai tipuan dan akal licik, telah mengabaikan perintah Allah untuk tidak melakukan segala aktifitas pada hari Sabtu, dan mengisinya dengan ibadah dan keperluan pribadi. Dengan berbagai cara tipuan mereka menjaring ikan-ikan yang masuk diperangkap mereka pada hari Sabtu, lalu mengambilnya sehari setelah itu. Kelompok ini mendapat siksa Allah yang amat pedih dengan diubah bentuk menjadi kera. Kelompok ini mendapat siksa Allah yang amat pedih dengan diubah bentuk menjadi kera.

 

Allah Swt dalam ayat ini mengatakan, barang siapa yang mempermainkan hukum Allah dan acuh tak acuh terhadap perintah dan ketetapan-Nya, maka Allah akan mengazab mereka di dunia ini dengan azab yang berat, dan akan membuka pintu kesulitan dan kemalangan bagi mereka. Akan tetapi, apabila mereka bertaubat dan kembali ke jalan Allah, maka Allah akan mengampuni dan melimpahkan rahmat-Nya kepada mereka.

 

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Para pendosa dari kaum Yahudi ini hingga Hari Kiamat, akan berada dalam kesulitan dan musibah, serta tidak akan memperoleh kebaikan.

2. Takut terhadap siksaan, dan harapan akan rahmat Allah, ini merupakan faktor kemajuan manusia.

 

Ayat ke 168

 

Artinya:

Dan Kami bagi-bagi mereka di dunia ini menjadi beberapa golongan; di antaranya ada orang-orang yang saleh dan di antaranya ada yang tidak demikian. Dan Kami coba mereka dengan (nikmat) yang baik-baik dan (bencana) yang buruk-buruk, agar mereka kembali (kepada kebenaran). (7: 168)

 

Ayat sebelumnya menjelaskan soal kehinaan dan kesengsaraan sekelompok orang dari kaum Yahudi pada Hari Kiamat. Ayat ini mengatakan, mereka bukanlah sebuah umat yang bersatu dan berkumpul, akan tetapi mereka bercerai berai dan tersebar dimana-mana. Mereka tidak memiliki sebuah negara dan pemerintahan yang tersendiri.

 

Tentunya, tidak semua orang Yahudi termasuk golongan orang-orang yang tidak saleh dan tidak lurus. Ada juga orang-orang Yahudi yang jujur dan baik. Namun dikarenakan mayoritas kaum ini adalah orang-orang yang membangkang, maka mereka menjadi hina dan terusir sepanjang sejarah. Lanjutan ayat ini mengatakan, Sunnatullah dimaksudkan untuk menguji umat manusia, tidak terkecuali umat Yahudi. Mereka diuji dengan kenikmatan dan kesusahan supaya mereka sadar dan menyesali apa yang telah diperbuat pada masa lalu.

 

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Dalam memperlakukan para penentang, kita harus bersikap jujur dan mengakui kebaikan yang mereka lakukan.

2. Ujian Allah ini akan menyadarkan manusia dan membuatnya bertaubat dan kembali kepada jalan Allah Swt.

 

Ayat ke 169

 

Artinya:

Maka datanglah sesudah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Taurat, yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata: "Kami akan diberi ampun". Dan kelak jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Taurat sudah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar, padahal mereka telah mempelajari apa yang tersebut di dalamnya?. Dan kampung akhirat itu lebih bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kamu sekalian tidak mengerti? (7: 169)

 

Al-Quran al-Karim dengan menjelaskan sejarah umat Yahudi yang ada dalam ayat-ayat tersebut, mengatakan, mereka yang hidup pada zaman Nabi Musa as dan menyaksikan para nabi Bani Israil lainnya, telah mendengar langsung ajaran para nabi itu. Sayangnya mereka menentang ajaran Ilahi dan mempermainkannya, akibatnya mereka ditimpa azab dan kemalangan. Setelah itu, datang generasi sesudah mereka yang meski membaca dan mengetahui isi kitab Taurat, tetapi lebih mementingkan dunia dan kekayaan. Mereka dengan congkak mengatakan, meskipun kami hanya mengejar dunia dan tidak mempedulikan akhirat kami, tetapi Tuhan pada Hari Kiamat pasti akan mengampuni kami dan memasukkan kami ke dalam surga.

 

Dalam ayat ini, Allah Swt mengatakan, "Pernyataan ini tidak mendasar sama sekali. Kalian yang telah membaca Kitab Taurat dan sudah memahami isinya, seharusnya mengetahui kesalahan sikap ini. Sebaiknya kalian bertakwa dan memikirkan akibat dari perbuatan kalian?"

 

Dari ayat tadi terdapat dua poin pelajaran yang dapat dipetik:‎

1. Cinta dunia dan penyembahan kepada harta, merupakan bahaya yang mengancam orang-orang yang taat beragama dan bisa melupakan manusia dari akhirat.

2. Berharap kepada rahmat Allah tanpa melakukan perbuatan apapun adalah pengharapan yang tidak pada tempatnya. (IRIB Indonesia)

Tags:


1Comments

Comments

Name
Mail Address
Description