Sejenak Bersama Al-Quran: Pendukung dan Penentang Wilayah Allah

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

 

Allah Swt berfirman:

 

"Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah setan yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya." (QS. al-Baqarah: 257)

 

Gambaran orang-orang yang mendukung wilayah Allah:

 

1. Mereka yang menerima wilayah Allah, ada warna Allah dalam perbuatannya, "Shibghah Allah (warna Allah) ..."[1]

 

2. Allah memilih pemimpin ilahi untuk mereka, "... Sesungguhnya Allah telah mengangkat Thalut menjadi rajamu ..."[2]

 

3. Jalan yang terang benderang, masa depan yang jelas dan senang melakukan pekerjaannya, "... mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya ..."[3], "... Sesungguhnya kami akan kembali kepada-Nya"[4] dan "... dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik".[5]

 

4. Dalam perang dan kesulitan, mereka berharap pertolongan Allah dan tidak takut menghadapi kekuatan selain Allah, "... maka perkataan itu menambah keimanan mereka."[6]

 

5. Mereka tidak takut mati dan kematian di bawah wilayah ilahi merupakan kebahagiaan. Imam Husein as berkata, "Sesungguhnya aku tidak melihat kematian kecuali sebuah kebahagiaan."[7]

 

6. Kesendirian dalam hidup bukan masalah. Karena ia senantiasa merasa dalam pengawasan Allah, "... sesungguhnya Allah beserta kita ..."[8]

 

7. Ringan tangan saat berinfak dan mengeluarkan hartanya. Karena hartanya telah diserahkan kepada wali dan pemiliknya, "... siapa yang memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah) ..."[9]

 

8. Tidak akan termakan propaganda negatif. Karena hatinya telah ditambatkan pada janji Allah, "... Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."[10]

 

9. Segala sesuatu kecil dalam pandangannya selain Allah. Imam Ali as berkata, "Betapa agungnya Khalik dalam diri mereka dan betapa kecilnya selain Allah dalam pandangan mereka ..."[11]

 

10. Tidak bingung dengan banyaknya aturan dan perintah. Karena mereka hanya menerima undang-undang Allah dan hanya memikirkannya. Dalam mencari pekerjaan yang dipilihnya hanya yang sesuai dengan parameter ilahi, "... Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah ..."[12]

 

Sementara mereka yang menentang wilayah ilahi tidak akan mendapat berkah ini dan hidup dalam kegelapan. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Sumber: Mohsen Qarati, Daghayeghi ba Quran, Tehran, Markaz Farhanggi Darsha-i az Quran, 1388 Hs, cet 1.

 

Baca juga:

Sejenak Bersama Al-Quran: Tauhid dan Kepemilikan Hakiki

Sejenak Bersama Al-Quran: Sebab Pengharaman Khamar



[1]
. QS. al-Baqarah: 138.

[2] . QS. al-Baqarah: 247.

[3] . QS. Yunus: 9.

[4] . QS. al-Baqarah: 156.

[5] . QS. Yusuf: 56.

[6] . QS. Ali Imran: 173.

[7] . Bihar al-Anwar, jilid 44, hal 192.

[8] . QS. at-Taubah: 40.

[9] . QS. al-Baqarah: 245.

[10] . QS. al-A'raf: 128.

[11] . Nahjul Balaghah, Khutbah 193.

[12] . QS. al-Maidah: 44-45.

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description