Peringatan Allah dalam Al-Quran; Kufur

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

 

Allah Swt berfirman, "Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong." (QS. Ali Imran: 56)

 

Al-Quran banyak memperingatkan soal kekufuran. Tapi sebelum menjelaskan peringatan ini, adalan sangat penting untuk mengetahui makna kata ini dalam al-Quran. Asal penggunaan kata ini dalam al-Quran untuk menutupi kebenaran. Oleh karenanya, kafir dikatakan pada orang yang menutupi kebenaran dan hakikat.(1) Hakikat ini bisa Allah Swt. Dalam kondisi ini seseorang yang menutupi Allah Swt sebagai penciptakan alam dengan tabir pengingkarannya, tidak beriman kepada Allah Swt, maka orang seperti ini merupakan contoh terbesar dan pertama dari kafir. Hakikat juga bisa berupa segala sesuatu yang dengan sedikit memikirkannya maka kebenarannya akan tampak. Seperti keberadaan kiamat, risalah para nabi, keberadaan agama dan hukum-hukum ilahi yang diimani. Bila seseorang tidak mengimaninya dan mengingkarinya maka ia disebut kafir.

 

Sekarang, dengan memperhatikan pengertian umum dari kufur dalam beberapa disiplin ilmu seperti teoloti, fiqih dan hadis, kufur ini dibagi menjadi beberapa kelompok. Dalam tulisan ini lebih fokus membahas penggunaan kufur dalam al-Quran untuk menjelaskan lebih detil makna kufur dan bagian-bagiannya dalam al-Quran. Dengan demikian, diharapkan kita dapat menyimpulkan peringatan al-Quran tentang kufur.

 

Secara umum, dalam ayat-ayat al-Quran yang memperingatkan tentang kekufuran, makna kufur itu sendiri digunakan dalam tiga kelompok berikut:

 

1. Kufur berarti mengingkari dan tidak meyakini. Sementara makna kebalikannya adalah iman dan meyakini. Pengingkaran dan tidak beriman ini digunakan dalam sejumlah pengertian dan hakikat, seperti tidak meyakini Allah Swt, malaikat, kitab langit, utusan ilahi, hari pembalasan(2) dan bertemu dengan Allah(3). Semua ini merupakan hakikat yang berbeda-beda dan diingkari oleh sebagian manusia.

 

2. Kufur bermakna tidak bersyukur dan kebalikannya adalah bersyukur. Makna dari kufur ini disebutkan dalam banyak ayat al-Quran seperti, "... Dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku." (QS. al-Baqarah: 152) Begitu juga dalam ayat ketujuh dari surat Ibrahim, "... Dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."

 

Dalam dua ayat ini dengan jelas makna kufur merupakan lawan dari kata syukur dan berarti tidak bersyukur.

 

3. Kufur berarti menolak dan menentang perintah ilahi. Makna ini lebih luas dan contohnya sangat banyak dalam al-Quran. Allah Swt menyebut banyak sikap penentangan atas perintah-Nya dengan kufur, seperti dalam surat Ali Imran ayat 97 ketika Allah Swt mengeluarkan perintah wajib haji bagi orang yang mampu dan berfirman, "... Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam." Begitu juga dalam ayat ke 32 dari surat Ali Imran Allah Swt berfirman, "Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir"."

 

Dari pengungkapan ayat terakhir ini kita dapat memahami bahwa dalam budaya al-Quran penentangan dan penolakan dari perintah Allah Swt dan Rasul-Nya disebut perbuatan kufur.(4)

 

Poin lain tentang kufur ini adalah setiap orang disebut kafir sesuai dengan kadar ia menentang Allah Swt. Dari sini, penentangan orang berbeda-beda kadarnya dengan mencermati posisi dan kondisinya. Seorang perempuan memiliki hukum tersendiri, pria juga demikian, seorang pemuda memiliki hukum yang khusus baginya serta begitu pula seorang tua. Tidak demikian bahwa semua orang dengan agamanya adalah kafir.(5) Tapi setiap orang kufur sesuai dengan kadar penentangannya terhadap perintah ilahi.

 

Peringatan ilahi tentang kufur ini sangat banyak. Allah Swt banyak memperingatkan masalah kufur dan akibat orang yang kafir. Peringatan paling penting seperti yang telah disebutkan pada ayat-ayat pertama. Di sini, selain ayat berbicara tentang azab ukhrawi bagi orang-orang Kafir, ternyata mereka juga mendapat azab di dunia.(6) Kebingungan, kehilangan dan kesulitan merupakan azab duniawi yang akan dirasakan oleh orang-orang Kafir. Karena manusia itu lemah. Bila ia tidak memiliki sandaran yang kokoh seperti Allah Swt, maka ia akan terseret pada kesulitan, masalah dan diserang oleh pemikiran yang sesat. Pada waktu itu ia tidak memiliki sandaran yang dapat memberikan ketenangan kepadanya. Manusia yang seperti ini mungkin saja memiliki fasilitas materi yang banyak, tapi ia tidak bisa hidup dengan tenang. Sesuai dengan pengungkapan al-Quran, ia memiliki kehidupan yang sempit.

 

"Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit ..." (QS. Thaha: 124)

 

Dari poin ini kita dapat mengambil kesimpulan bahwa setiap manusia akan semakin hidup dalam kebingungan dan kesulitan sesuai dengan kadar kekufurannya kepada Allah Swt. Ini menjadi parameter yang baik untuk memilih dan memilah keimanan dari kekufuran.(7)

 

Termasuk peringatan Allah Swt tentang kufur yang disebut dalam al-Quran adalah orang-orang Kafir akan terhina di akhirat.(8) Amal mereka binasa dan menjadi orang-orang yang paling merugi.(9) Mereka tidak mendapatkan cinta Allah Swt.(10) dan dalam pandangan Allah Swt mereka merupakan makhluk yang paling buruk.(11) Pada akhirnya, tempat abadi mereka di neraka dan akan tinggal di sana selama-lamanya.(12)

 

Semua ini merupakan peringatan Allah Swt tentang kufur. Dengan mencermati betul ayat-ayat yang menyebutkan tentang peringatan ini, kita akan menemukan bahwa peringatah ini mencakup seluruh bentuk kufur dan tidak terbatas pada kasus tertentu. Dari sini, mereka yang tidak mensyukuri nikmat-nikmat Allah Swt atau menentang perintah allah Swt harus tahu bahwa mereka termasuk dari orang-orang yang diperingatkan oleh al-Quran. Mereka tidak boleh beranggapan bahwa peringatan keras itu hanya kepada orang-orang Kafir yang meningkari Allah Swt dan Hari Kiamat serta tidak mencakup dirinya. Tapi peringatan ini juga mencakup mereka yang tidak taat dan menutup kebenaran. (IRIB Indonesia / Saleh Lapadi)

 

Catatan:

1. Ali Safai Hairi, Tathir Ba Jari-ye Quran (Surat al-Baqarah), Qom, Lailatul Qadr, 1380, cet 2, hal 31.

2. Lihat: "Wahai orang-orang yang beriman, tetaplah beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan kepada kitab yang Allah turunkan kepada Rasul-Nya serta kitab yang Allah turunkan sebelumnya. Barangsiapa yang kafir kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan hari kemudian, maka sesungguhnya orang itu telah sesat sejauh-jauhnya." (QS. an-Nisa: 136)

3. Lihat: "Dan mengapa mereka tidak memikirkan tentang (kejadian) diri mereka? Allah tidak menjadikan langit dan bumi dan apa yang ada diantara keduanya melainkan dengan (tujuan) yang benar dan waktu yang ditentukan. Dan sesungguhnya kebanyakan di antara manusia benar-benar ingkar akan pertemuan dengan Tuhannya." (QS. ar-Rum: 8)

4. Sayid Muhammad Taqi Mudarresi, Min Hadyi al-Quran, Tehran, Dar Mohebbi al-Hossein, 1419, jilid 1, hal 550.

5. Ali Safai Hairi, Tathir Ba Jari-ye Quran (Juz 30), Qom, Lailatul Qadr, 1380, cet 2, hal 206.

6. Dalam ayat 56 surat Ali Imran disebutkan, "Adapun orang-orang yang kafir, maka akan Ku-siksa mereka dengan siksa yang sangat keras di dunia dan di akhirat, dan mereka tidak memperoleh penolong."

7. Tathir Ba Jari-ye Quran, hal 196-198.

8. "Kemudian Allah menghinakan mereka di hari kiamat, dan berfirman: "Di manakah sekutu-sekutu-Ku itu (yang karena membelanya) kamu selalu memusuhi mereka (nabi-nabi dan orang-orang mukmin)?" Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu: "Sesungguhnya kehinaan dan azab hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir"." (QS. an-Nahl: 27)

9. "... Barangsiapa yang kafir sesudah beriman (tidak menerima hukum-hukum Islam) maka hapuslah amalannya dan ia di hari kiamat termasuk orang-orang merugi." (QS. al-Maidah: 5)

10. "Sesungguhnya binatang (makhluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, karena mereka itu tidak beriman." (QS. al-Anfal: 55)

11. "Katakanlah: "Taatilah Allah dan Rasul-Nya; jika kamu berpaling, maka sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang kafir"." (QS. Ali Imran: 32)

12. "Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan melakukan kezaliman, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni (dosa) mereka dan tidak (pula) akan menunjukkan jalan kepada mereka, kecuali jalan ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Dan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah." (QS. an-Nisa: 168-169)

 

Sumber: Hoshdar-ha va Tahzir-haye Qorani, Hamid Reza Habibollahi, 1387 Hs, Markaz-e Pajuhesh-haye Seda va Sima.

 

Baca juga:

Definisi dan Penggunaan Peringatan Allah dalam Al-Quran

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description