Ayatullah Makarim Shirazi Paparkan Berbagai Penyimpangan Terhadap Al-Quran

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Ayatullah Makarim Shirazi dalam khotbahnya menjelaskan cara-cara untuk menjaga  kedudukan al-Quran dengan memaparkan sejumlah penyimpangan yang terjadi di bidang ini.


Hawzah News (28/1) melaporkan, Ayatullah Makarim Shirazi merujuk pada ayat sembilan surat Hajar yang menekankan penjagaan kedudukan al-Quran seraya mengatakan, "Dalam ayat tersebut, ditekankan dengan tujuh kata bahwa Allah Swt adalah penjaga al-Quran."


Beliau menambahkan bahwa banyak pihak yang berpendapat bahwa ayat ini hanya menekankan tidak adanya penyimpangan dalam al-Quran, akan tetapi pada hakikatnya tidak demikian. Melainkan, mungkin saja terjadi pernyimpangan seperti shubhah yang dilakukan oleh sebagian orang yang memiliki pemikiran dangkal, juga tidak adanya pengamalan para pengikut al-Quran dari apa yang terdapat dalam al-Quran. Meski demikian Allah Swt tetap menjaga al-Quran dari segala bentuk gangguan.


Mengenai bentuk perlindungan dan penjagaan al-Quran al-Karim dari berbagai macam gangguan, Ayatullah Makarim Shirazi mengatakan, "Pertama adalah bantuan ghaib dari Allah Swt. Tanpa campur tangan manusia, Allah Swt menjaga kitab suci-Nya. Bentuk lain penjagaannya adalah pengakuan pihak lain terhadap kitab langit ini seperti pendapat non-Musim terhadap al-Quran yang pada akhirnya akan mengundang perhatian dan hal ini dengan sendirinya akan membuat al-Quran terjaga."


Permusuhan para penentang al-Quran juga secara tidak langsung merupakan bentuk lain penjagaan terhadap kitab langit tersebut. "Penulisan buku Ayat-Ayat Setan, adalah hal yang sangat tidak terpuji, namun ketika Imam Khomeini mengeluarkan fatwa, masalah ini menjadi isu internasional. Pada tahun itu, di Amerika Serikat dan negara-negara lain, al-Quran menjadi buku terlaris di dunia. Dan karena penulis buku tersebut, banyak orang yang akhirnya mengenal al-Quran dan dipastikan berpengaruh positif bagi mereka."


Aksi buruk lainnya adalah pembakaran al-Quran yang karena masalah ini, banyak orang dunia akhirnya mengetahui tentang al-Quran.


Aktivitas para peneliti al-Quran yang merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga al-Quran, menurut Ayatullah Makarim Shirazi juga salah satu bentuk perlindungan terhadap al-Quran. Mereka menjawab shubhah, menerjemahkan, dan menyebarkan ajaran-ajaran al-Quran. Jika ada pembahasan tentang al-Quran, mereka akan menjawabnya dengan analisa, seluruh langkah ini adalah dalam rangka langkah menjaga al-Quran.


Bentuk lain perlindungan terhadap al-Quran adalah riset dan penemuan-penemuan baru yang akan memperjelas kedudukan al-Quran.
(IRIB Indonesia/MZ)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description