Al-Quran Harus Menjadi yang Pertama di Hawzah
Ayatullah Makarim Shirazi mengapresiasi pelaksanaan berbagai aktivitas qurani di haqzah dan berbagai upaya yang dilakukan seraya mengatakan, "Hingga kini, keasingan al-Quran di Hawzah belum tuntas, dan al-Quran harus berada di posisi teratas."
Rasa News (28/1) melaporkan, Ayatullah Makarim Shirazi mengemukakan hal tersebut pada acara yang digelar oleh Dewan Umum Lembaga Riset Al-Quran di hawzah Qom. Dikatakannya bahwa lembaga ini hingga kini telah melakukan berbagai aktivitas berharga di bidang al-Quran dan dapat memberikan pengaruh penting dalam atmosfer ilmiah qurani.
Menurut Ayatullah Shirazi, lembaga ini memiliki peran sangat penting di hawzah ilmiah dan hingga kini telah mengambil langkah-langkah penting.
Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Shirazi menyinggung berbagai upaya oleh sejumlah pihak untuk mendistorsi al-Quran seraya mengatakan, Allah Swt bahwa diri-Nya adalah penjaga al-Quran. Penjaga yang dimaksud adalah secara mutlak dan bukan hanya berkaitan dengan penyimpangan melainkan terkait shubhah dan kemungkinan lainnya.
Sepanjang sejarah muncul berbagai shubhah terhadap al-Quran sehingga melalui cara tersebut, mereka dapat memusnahkan al-Quran, akan tetapi upaya tersebut tidak pernah berhasil karena al-Quran mengandung logika yang sangat kuat dan menghadang seluruh shubhah.
Salah satu shubhah tersebut adalah bahwa al-Quran telah kehilangan pengaruhnya seiring dengan berlalunya masa, yakni al-Quran tidak bertahan di hadapan waktu dan para pengikut al-Quran sendiri yang menghancurkan pengaruh al-Quran dengan tidak memperhatikan dan mengamalkannya.
Menurut Ayatullah Shirazi, pertolongan ghaib Allah Swt sepanjang sejarah termasuk di antara mukjizat al-Quran yang hingga kini mempertahankan keabadian al-Quran. Para pengemuka shubhah hingga kini gagal dan tidak akan pernah berhasil.
(IRIB Indonesia/MZ)