Al-Quran Harus Menjadi yang Pertama di Hawzah

Font Size

Print

SHARE

Tweet it Digg it Google

Ayatullah Makarim Shirazi mengapresiasi pelaksanaan berbagai aktivitas qurani di haqzah dan berbagai upaya yang dilakukan seraya mengatakan, "Hingga kini, keasingan al-Quran di Hawzah belum tuntas, dan al-Quran harus berada di posisi teratas."

 


Rasa News (28/1) melaporkan, Ayatullah Makarim Shirazi mengemukakan hal tersebut pada acara yang digelar oleh Dewan Umum Lembaga Riset Al-Quran di hawzah Qom. Dikatakannya bahwa lembaga ini hingga kini telah melakukan berbagai aktivitas berharga di bidang al-Quran dan dapat memberikan pengaruh penting dalam atmosfer ilmiah qurani.

 


Menurut Ayatullah Shirazi, lembaga ini memiliki peran sangat penting di hawzah ilmiah dan hingga kini telah mengambil langkah-langkah penting.

 


Di bagian lain pernyataannya, Ayatullah Shirazi menyinggung berbagai upaya oleh sejumlah pihak untuk mendistorsi al-Quran seraya mengatakan, Allah Swt bahwa diri-Nya adalah penjaga al-Quran. Penjaga yang dimaksud adalah secara mutlak dan bukan hanya berkaitan dengan penyimpangan melainkan terkait shubhah dan kemungkinan lainnya.

 


Sepanjang sejarah muncul berbagai shubhah terhadap al-Quran sehingga melalui cara tersebut, mereka dapat memusnahkan al-Quran, akan tetapi upaya tersebut tidak pernah berhasil karena al-Quran mengandung logika yang sangat kuat dan menghadang seluruh shubhah.

 


Salah satu shubhah tersebut adalah bahwa al-Quran telah kehilangan pengaruhnya seiring dengan berlalunya masa, yakni al-Quran tidak bertahan di hadapan waktu dan para pengikut al-Quran sendiri yang menghancurkan pengaruh al-Quran dengan tidak memperhatikan dan mengamalkannya.

 


Menurut Ayatullah Shirazi, pertolongan ghaib Allah Swt sepanjang sejarah termasuk di antara mukjizat al-Quran yang hingga kini mempertahankan keabadian al-Quran. Para pengemuka shubhah hingga kini gagal dan tidak akan pernah berhasil.
(IRIB Indonesia/MZ)

Tags:

Comments

Name
Mail Address
Description